MII – Rumpin Bogor – Puluhan warga rumpin melakukan refleksi solidaritas atas peristiwa kecelakan lalu lintas yang menewaskan 2 pelajar di Jalan Raya Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin beberapa hari lalu.
Refleksi solidaritas yang dilakukan oleh puluhan warga Rumpin itu berlangsung di depan Kantor Kecamatan Rumpin, Kamis (8/8/2024).
Pantauan Radar Bogor, puluhan warga yang melakukan refleksi solidaritas, mulai memadati depan Kantor Kecamatan Rumpin sejak pukul 19.30 WIB.
Suasana pun sontak menjadi haru saat para warga melakukan aksi tabur bunga, percis di depan Kantor Kecamatan Rumpin sambil dikelilingi puluhan lilin.
Tidak hanya itu, refleksi solidaritas yang dilakukan oleh puluhan warga Rumpin, juga diwarnai dengan penampilan treatrikal dan puisi yang berisi tentang keresahan masyrakat atas kondisi yang terjadi di daerahnya.
“Ini merupakan bentuk solidaritas dari kami masyrakat Rumpin atas kejadian dua siswa yang terlindas oleh teronton,” tutur Ibnu Sakti Mubarok pada Radar Bogor.
Ibnu juga mengatakan refleksi solidaritas ini juga sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Rumpin karna tidak terlaksananya Perbup 160 atau 165 mengenai jam operasional tambang.
Oleh karenanya, Ibnu menuntut kepada Pemerintah untuk segera komitmen merealisasikan Perbup 160 dengan sebaik baiknya dan se-optimal mungkin.
“Agar komitemen perusahaan, komitmen tranporter juga bisa berjalan dengan kepentingan masyrakat, karna sampai hari ini banyak kendaraan besar berlalu lalang di jam yang seharusnya mereka tidak ada aktifitas,” tegasnya.
Sebab, Kata Ibnu ketidakpastian realisasi Perbup 160 ini sudah banyak mengakibatkan korban jiwa, bahkan Ibnu menegaskan dalam kurun satu tahun selalu ada korban jiawa 5 hingga 7 orang.
“Itu spesifikasinya macem macem, ada Ibu rumah tangga, para pekerja, anak sekolah, atau para pedagang yang menggunakan kendaraan,” paparnya.create by Marsuf Sakera




