MII – Puncak – Rest Area Gunung Mas Puncak Bogor diproyeksikan akan diisi oleh sebanyak 500 pedagang. Namun demikian, hal itu dinilai akan berdampak buruk pada sebagian pedagang dalam hal penjualan.
Camat Cisarua, Heri Risnandar menyadari akan ada persaingan yang cukup ketat di antara pedagang rest area Gunung Mas Puncak Bogor tersebut ke depan.
Terlebih, hampir semua pedagang di rest area Gunung Mas Puncak Bogor memiliki dagangan yang sama di bidang kuliner.
“Karena 500 pedagang ditempatkan dalam satu tempat, persaingannya yang juga akan ketat, sementara penjualannya sama,” ungkapnya, Minggu (21/7).
Menurutnya, memang dibutuhkan lebih banyak rest area untuk menyebar para pedagang tersebut.
Untuk itu, dia mengaku telah mengumpulkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Cisarua untuk membahas rencana usaha bersama.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), warga Cisarua meminta kerja sama lahan dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP) untuk membangun rest area.
“Ketika seperti Astro (Asep Stroberi), Jaswita, Pakis Hill bisa KSO (kerja sama operasinal), kenapa BUMDes tidak, kan BUMDes juga berbadan hukum,” kata Heri.
Selain menyelesaikan persoalan antara pedagang, lanjut dia, hal itu juga bisa membantu pendapatan desa di Cisarua.
Katakanlah kita coba menambah dua atau tiga rest area, mungkin kapasitasnya tidak banyak, 50 pedagang misalnya, kemudian belakangnya ada akomodasi wisata, kemudian kafe yang dikelola oleh BUMDes,” tandasnya.create by Gugun & Marsuf Sakera




