MII – Bogor – Kabar gembira datang bagi jutaan keluarga penerima manfaat ( KPM ) bantuan sosial di penghujung tahun 2025. Memasuki Kamis, 25 Desember 2025, sejumlah penerima bantuan Program Keluarga Harapan ( PKH ), Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ), hingga bantuan tambahan pemulihan ekonomi dilaporkan mulai menerima transfer saldo ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera ( KKS ). Jumat (26/12/25)

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa bantuan BPNT senilai Rp 600.000 telah cair di beberapa wilayah, salah satunya di Bandung, Jawa Barat, melalui bank penyalur seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BSI. Dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos, selain BPNT, sejumlah penerima juga melaporkan masuknya bantuan tambahan sebesar Rp 450.000, yang disebut sebagai bantuan pendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

Tidak hanya itu, Program Indonesia Pintar ( PIP ) juga dilaporkan cair dengan nominal Rp 450.000, khususnya bagi siswa yang namanya terdaftar sebagai penerima resmi. Orang tua siswa diimbau untuk segera melakukan pengecekan saldo melalui ATM bank penyalur atau Kartu Indonesia Pintar.

Namun demikian, tidak semua penerima mendapatkan bantuan secara bersamaan. Berdasarkan pengecekan status di sistem, masih terdapat KPM dengan status SPM, SK, atau SI. Pemerintah menegaskan bahwa pencairan akan terus dilakukan secara bertahap oleh bank penyalur setelah status dinyatakan SI ( Standing Instrumen ).

Kementerian Sosial juga mengingatkan bahwa batas akhir pencairan bantuan tahap akhir tahun ini adalah 31 Desember 2025. Masyarakat diminta segera mencairkan dana apabila sudah masuk ke rekening masing – masing. Sementara itu, bagi KPM yang mengalami kendala distribusi KKS atau berstatus exclude, pemerintah membuka peluang penyaluran ulang dengan KKS baru pada Januari 2026.

Selain bantuan reguler, pemerintah juga memastikan adanya bantuan tunai tambahan senilai Rp 300.000 hingga Rp 450.000 per bulan untuk wilayah tertentu sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat menjelang pergantian tahun, sekaligus menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi rumah tangga berpenghasilan rendah. create by Gunawan Suhendar