MII – Sukabumi – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi sepanjang akhir pekan memicu rentetan bencana alam di berbagai wilayah. Data Pusat Pengendalian Operasi ( Pusdalops ) BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat, sedikitnya 15 kejadian bencana melanda 11 kecamatan hanya dalam kurun waktu kurang dari 12 jam pada Senin (12/1/26).
Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem sejak pagi hari memicu tiga jenis bencana utama: tanah longsor, banjir, dan dampak cuaca ekstrem lainnya.
“Sejak pukul 07.10 WIB hingga sore, laporan masuk bertubi-tubi dari petugas P2BK di lapangan. Wilayah terdampak meliputi Kabandungan, Ciemas, Surade, Cidolog, Nyalindung, Simpenan, Parakansalak, Bojonggenteng, Cibadak, Gunungguruh, Cisaat, hingga Palabuhanratu,” ujar Daeng dalam keterangan resmi.
Tanah longsor menjadi ancaman paling dominan. Di Kecamatan Simpenan, material longsoran menutup Ruas Jalan Nasional Bagbagan – Kiaradua, Kampung Cipamunguan, sehingga petugas harus berkoordinasi dengan pihak PU untuk mengerahkan alat berat. Kondisi serupa terjadi di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, di mana longsor menutup jalan provinsi hingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
Di Kabandungan, longsor menimpa satu rumah di Kampung Cianaga dan berdampak pada satu keluarga berisi empat jiwa. “Tidak ada korban jiwa. Petugas sudah melakukan asesmen dan memberikan bantuan darurat berupa boronjong dan karung,” tambah Daeng.
Selain longsor, banjir juga merendam permukiman dan akses jalan di wilayah selatan. Di Ciemas, Desa Mekarsakti dan Mandrajaya melaporkan genangan sejak pukul 07.30 WIB. Debit air juga meningkat di Kampung Ciawi, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog.
Meski belum ada laporan warga mengungsi massal atau korban jiwa, kerugian materiil mulai terlihat. Sejumlah jalan rusak dan bangunan warga terancam, termasuk di Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat.
BPBD Kabupaten Sukabumi menginstruksikan seluruh petugas P2BK untuk siaga 24 jam. Kebutuhan mendesak berupa alat berat, chainsaw, terpal, dan material bangunan telah dipetakan untuk segera didistribusikan.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di tebing dan bantaran sungai, agar tetap waspada. Jika hujan turun lebih dari dua jam dengan intensitas tinggi, segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat aman,” tutup Daeng. create by Eko Marjak




