MII – Cikeas – Presiden ke – 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) menyoroti situasi geopolitik dunia yang kian memanas belakangan ini. Khawatir akan pecahnya Perang Dunia Ketiga, SBY mendesak Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) segera mengambil langkah konkret dengan menggelar sidang darurat.
Lewat cuitan di akun X pribadinya, SBY mengaku cemas memantau dinamika global yang menurutnya makin menyempitkan ruang untuk perdamaian.
“Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat ( Emergency UN General Assembly ),” tulis akun @SBYudhoyono, dikutip Senin (19/1/26).
SBY menilai agenda sidang darurat tersebut harus spesifik, yakni merumuskan langkah nyata mencegah krisis dunia dalam skala besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia baru.
Meski menyadari posisi PBB saat ini kerap dinilai tidak berdaya, SBY menekankan agar lembaga dunia tersebut tidak pasif. Menurutnya, PBB adalah satu – satunya wadah yang masih bisa diharapkan untuk mengumpulkan para pemimpin dunia.
“Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing,” tegas Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut.
Samakan Situasi dengan Jelang PD I dan PD II Analisis SBY bukan tanpa dasar. Ia melihat situasi dunia saat ini memiliki banyak kesamaan ( kemiripan ) dengan masa menjelang Perang Dunia I ( 1914 ) dan Perang Dunia II ( 1939 ). Tanda – tandanya dinilai sudah sangat nyata.
“Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar – besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas,” jelas SBY.
SBY mengingatkan, jika perang nuklir pecah, dampaknya akan memusnahkan peradaban dengan potensi korban jiwa mencapai lebih dari 5 miliar manusia. Oleh karena itu, ia mengajak dunia internasional untuk tidak diam dan membiarkan “orang-orang jahat” menghancurkan dunia. “Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita,” pungkasnya. create by Gunawan Suhendar




