MII – Kabupaten Bandung – Proyek perbaikan jalan rabat beton sepanjang 285 meter di kawasan permukiman warga menuai kritik tajam. Di tengah hasil pekerjaan yang diakui lebih baik, publik justru menyoroti dugaan lemahnya transparansi serta nihilnya sosialisasi dari pihak pelaksana.
Sejumlah warga mengaku puas dengan kondisi jalan yang kini lebih mulus. Namun, kepuasan itu tak menutup keganjilan yang mereka rasakan sejak awal proyek berjalan. “Secara hasil memang bagus, jalannya mulus. Tapi kami tidak pernah melihat papan informasi proyek sama sekali,” ungkap seorang warga yang rumahnya berada tepat di lokasi pekerjaan.
Ketiadaan papan informasi proyek menjadi isu krusial. Warga tidak memperoleh informasi dasar seperti nilai anggaran, sumber dana, hingga pihak pelaksana. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terkait kepatuhan terhadap prinsip keterbukaan informasi publik. “Nilai anggaran tidak tahu, siapa pelaksananya juga tidak jelas. Tidak pernah ada penjelasan ke warga,” tambahnya. Sabtu 18 April 2026
Tak hanya soal transparansi, warga juga menyoroti minimnya komunikasi dari pihak terkait. Tidak ada sosialisasi resmi sebelum maupun selama proyek berlangsung. Interaksi dengan pekerja di lapangan pun disebut hanya sebatas teknis, tanpa penjelasan menyeluruh.
Di sisi lain, persoalan ketahanan jalan turut menjadi perhatian. Setiap hari, ruas jalan tersebut dilintasi kendaraan berat dengan muatan mencapai 8 hingga 12 ton. Warga khawatir, tanpa pengawasan dan perencanaan matang, jalan yang baru diperbaiki akan cepat mengalami kerusakan.
“Truk besar tiap hari lewat. Jangan sampai baru diperbaiki, sebentar lagi rusak lagi,” keluh warga lainnya.
Kondisi ini mempertegas pentingnya pengawasan serta perencanaan yang komprehensif dalam setiap proyek infrastruktur. Warga menilai, kualitas fisik semata tidak cukup tanpa diiringi transparansi dan pelibatan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai detail pekerjaan, termasuk alasan tidak dipasangnya papan informasi di lokasi. Publik kini menunggu klarifikasi – sekaligus menuntut akuntabilitas dari pihak berwenang. create by Dayan Sihombing
Proyek Jalan 285 Meter Disorot : Tanpa Papan Informasi, Minim Sosialisasi – Publik Pertanyakan Kinerja PUPR Kabupaten Bandung
Tim Redaksi




