MII – Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD ) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengapresiasi pengabdian para istri prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AD. Hal ini diungkapkannya saat Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana yang digelar di Expo Balai Kartini, Jakarta, Jumat (8/5/26).
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Pembina Utama Persit Kartika Chandra Kirana mengatakan secara historis organisasi Persit KCK dibentuk bukan sebagai organisasi pendamping. “Sejak awal kelahirannya, Persit Kartika Chandra Kirana hadir bukan hanya sebagai organisasi pendamping, tetapi sebagai bagian penting dari kekuatan moral dan sosial yang turut menopang keberhasilan tugas para prajurit di medan pengabdian,” ujar Maruli.

Ia menilai, selama ini Persit Kartika Chandra Kirana telah menghadirkan berbagai program positif dan kreatif di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, maupun kesejahteraan. Beragam kegiatan tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi anggota Persit dan keluarga prajurit, tetapi juga dirasakan masyarakat secara luas. “Semangat berkarya inilah yang harus terus digelorakan, diperkuat, dan dikembangkan sesuai dengan dinamika zaman,” tegasnya.
Lebih lanjut kata Maruli, nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu Persit KCK harus terus menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Nilai-nilai luhur ini harus terus menjadi landasan bagi setiap anggota Persit Kartika Chandra Kirana dalam berkarya, berorganisasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan TNI AD,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Uli Simanjuntak menyampaikan berbagai pesan-pesan mendalam tentang keberadaan istri prajurit yang bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung tugas-tugas suami dan keluarga serta memberikan dampak positif masyarakat di sekitarnya.
“Selama delapan dekade, Persit hadir bukan hanya sebagai organisasi tetapi juga rumah bagi perempuan-perempuan kuat yang memilih untuk mencintai seorang prajurit dan memilih jalan hidupnya tidak selalu indah. Satu hal yang tidak berubah adalah keteguhan hati seorang istri tentara,” ungkap Uli.
Dalam momentum HUT ke – 80 ini, juga dianugerahkan Satya Lencana Setya Bakti 8 tahun, 16 tahun dan 24 tahun kepada perwakilan Persit KCK dan penghargaan kepada juara Lomba Posyandu, Kader Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), Kader BKB berprestasi, istri Komandan Batalion yang berdampak positif bagi organisasi dan masyarakat serta launching buku “80 Tahun Persit Kartika Chandra Kirana Berkarya”. create by Yulianto




