MII – Bogor – Kelanjutan aktivitas tambang di kawasan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, hingga kini masih belum dapat dipastikan.

Gubenur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau biasa dipanggil KDM menyatakan belum bisa memastikan apakah kegiatan tambang di Parungpanjang akan kembali dibuka atau tetap dihentikan.

Menurut Dedi, keputusan terkait aktivitas tambang tersebut tidak bisa diambil secara terburu-buru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu hasil kajian lingkungan yang saat ini terus dilakukan.

“Tambang di Parungpanjang akan dibuka lagi atau tidak, saya belum bisa memastikan,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia menjelaskan, kajian lingkungan menjadi dasar penting sebelum pemerintah mengambil keputusan mengenai masa depan aktivitas tambang di wilayah tersebut.

logo

logo-tv

Kota Bogor Kabupaten Bogor Wisata Kuliner Nasional Video Photo

Terkait Tambang di Parungpanjang Bogor Dibuka atau Tidak, KDM Belum Bisa Memastikan

Photo Author

ayu ningsih, Pojok Bogor

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:48 WIB

Ilustrasi Tambang di Parungpanjang Bogor.  (Ilustrasi/Ist)

Ilustrasi Tambang di Parungpanjang Bogor. (Ilustrasi/Ist)

BOGOR.POJOKSATU.id – Kelanjutan aktivitas tambang di kawasan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, hingga kini masih belum dapat dipastikan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM, menyatakan belum bisa memastikan apakah kegiatan tambang di Parungpanjang akan kembali dibuka atau tetap dihentikan.

Menurut Dedi, keputusan terkait aktivitas tambang tersebut tidak bisa diambil secara terburu-buru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu hasil kajian lingkungan yang saat ini terus dilakukan.

Akouphon

Telinga Berdenging? Atasi Segera Sebelum Terlambat

Pelajari Lebih

“Tambang di Parungpanjang akan dibuka lagi atau tidak, saya belum bisa memastikan,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia menjelaskan, kajian lingkungan menjadi dasar penting sebelum pemerintah mengambil keputusan mengenai masa depan aktivitas tambang di wilayah tersebut.

Dedi menegaskan, pemerintah perlu melihat secara menyeluruh dampak tambang terhadap lingkungan, keselamatan warga, infrastruktur jalan, hingga kehidupan masyarakat sekitar.

Karena itu, keputusan akhir tidak hanya akan mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga risiko sosial dan ekologis yang selama ini dirasakan warga.

“Keputusan soal kelanjutan aktivitas tambang masih menunggu hasil kajian lingkungan,” katanya.

Persoalan tambang di Parungpanjang selama ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan kerusakan jalan, debu, keselamatan pengguna jalan, serta aktivitas kendaraan berat yang melintas di kawasan permukiman.

Warga di sekitar jalur tambang juga kerap mengeluhkan dampak lalu lintas truk besar yang dinilai membahayakan dan mengganggu aktivitas harian.

Dedi menilai, pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan langkah. Apabila tambang kembali beroperasi, maka harus ada kepastian mengenai aturan, pengawasan, serta mitigasi dampak terhadap masyarakat.

Sebaliknya, jika aktivitas tambang tetap dihentikan, pemerintah juga perlu mempertimbangkan konsekuensi terhadap sektor ekonomi dan tenaga kerja yang bergantung pada kegiatan tersebut.

“Semua harus dikaji secara utuh, tidak boleh hanya melihat dari satu sisi,” ucapnya.

Pemprov Jawa Barat, lanjut Dedi, akan menjadikan hasil kajian lingkungan sebagai pegangan utama sebelum menentukan kebijakan.

Ia juga menegaskan bahwa keselamatan dan kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap keputusan yang diambil.

Dengan belum adanya kepastian tersebut, masyarakat Parungpanjang masih harus menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait nasib aktivitas tambang di wilayah mereka.

Dedi memastikan, pemerintah akan mengambil keputusan setelah seluruh kajian selesai dilakukan dan hasilnya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau kajiannya sudah selesai, baru bisa ditentukan langkah yang paling tepat,” ujarnya.

Nasib tambang Parungpanjang kini berada di tahap evaluasi. Keputusan akhirnya akan sangat bergantung pada hasil kajian lingkungan serta pertimbangan dampak terhadap warga dan kawasan sekitar. create nya Gunawan Suhendar