MII – Bandung – Suasana dini hari di kawasan Gang Latif II ( Nyublek ), Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, mendadak mencekam. Saat sebagian besar warga masih terlelap, tiga pria yang tengah asyik nongkrong di sebuah warung dibuat terkejut oleh aksi brutal sekelompok orang yang menganiaya seorang pria berhelm putih, Minggu (31/5/26) sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan videonya kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat tiga pria yang semula berada di luar warung tiba-tiba masuk ke dalam sambil menunjukkan raut wajah ketakutan. Mereka menyaksikan secara langsung seorang pria menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang yang datang menggunakan sepeda motor.
Korban tidak hanya dipukul menggunakan tangan kosong. Para pelaku juga tampak menggunakan benda tumpul untuk menghajar korban hingga tak berdaya. Situasi yang berlangsung begitu cepat dan brutal membuat ketiga pria di warung itu hanya bisa menyaksikan dari kejauhan. Meski wajah mereka menunjukkan rasa iba terhadap korban, keberingasan para pelaku membuat mereka tak berani turun tangan. Dalam video tersebut, korban bahkan terlihat sudah memohon ampun. Namun permintaan itu tidak menghentikan aksi para pelaku yang terus melayangkan pukulan tanpa belas kasihan.
Setelah merasa puas melampiaskan aksinya, para pelaku langsung meninggalkan lokasi. Korban yang terkapar kemudian mendapat pertolongan dari tiga pria yang sebelumnya menyaksikan kejadian tersebut dari dalam warung.Kasus penganiayaan itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton. Polisi memastikan peristiwa tersebut kini tengah ditangani dan penyelidikan sudah dilakukan. “Yang Pasir Impun memang betul ada kejadian tersebut,” kata Anton, Jumat (5/6/26).
Anton mengungkapkan, korban telah melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian. Karena korban masih berstatus anak di bawah umur, penanganan perkara dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung. “Korban sudah membuat laporan di kami, di Polrestabes Bandung Bandung dan kami sudah melakukan penyelidikan. Karena ini terindikasi pelaku dan korban juga masih di bawah anak – anak,” ungkapnya.
Menurut Anton, penyidik saat ini masih mengumpulkan berbagai alat bukti untuk mengungkap peristiwa tersebut. Ia menegaskan penanganan kasus yang melibatkan anak tidak bisa dilakukan secara tergesa – gesa karena terdapat prosedur dan mekanisme khusus yang harus dijalankan.
“Jadi ada mekanisme yang memang harus kami lakukan. Jadi kita tidak bisa langsung, ya, penanganan sedikit berbeda,” jelasnya. Selain melakukan penyelidikan, polisi juga memastikan korban telah mendapatkan pendampingan selama proses hukum berlangsung. “Karena kami harus benar – benar memastikan alat bukti yang kami dapatkan maupun pendampingan. Ya, baik kepada korban maupun kepada nantinya yang diduga para pelaku,” pungkasnya. create by Dayan Sihombing




