MII – Papua Tengah – Senyum bahagia dan sapaan hangat mewarnai langkah personel Satgas Kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026. Mereka melaksanakan patroli dialogis dan humanis di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, pada Selasa (11/8/26).
Di sela – sela tugas berat menjaga keamanan wilayah, para personel yang bermarkas di Pos Ilaga ini menyempatkan diri untuk berbaur dengan warga. Petugas bahkan dengan penuh kasih sayang membagikan makanan ringan kepada anak – anak Papua yang mereka temui di sepanjang perjalanan. Patroli kewilayahan ini dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri sejumlah titik permukiman di Ilaga. Sebelum bergerak menyapa warga, seluruh personel terlebih dahulu melakukan apel persiapan guna memastikan kelancaran serta keamanan tugas di lapangan.
Sepanjang rute perjalanan, para personel aktif memantau kondisi lingkungan dan denyut aktivitas warga setempat. Mereka tidak ragu untuk berhenti sejenak, menyapa, dan berkomunikasi secara langsung untuk mencairkan suasana di tengah hawa dingin pegunungan. Kehadiran aparat kepolisian berseragam ini rupanya mendapat respons yang sangat luar biasa. Anak-anak tampak begitu antusias dan riang gembira saat berlarian menghampiri petugas untuk menerima bingkisan makanan ringan.
Interaksi sederhana di pinggir jalan tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis Satgas Damai Cartenz. Patroli ini tidak hanya berorientasi pada penjagaan keamanan fisik, tetapi menjelma menjadi sarana ampuh untuk hadir lebih dekat dan merebut hati masyarakat pedalaman. Kepala Operasi Damai Cartenz – 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi harus membawa ketenangan dan kenyamanan psikologis bagi warga. “Kami ingin kehadiran personel dapat dirasakan secara positif oleh masyarakat. Menjaga keamanan harus berjalan seiring dengan membangun komunikasi, kepedulian, dan kepercayaan bersama warga,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.,
Menurut Jenderal Bintang Dua tersebut, pendekatan humanis sangat mudah diwujudkan melalui hal – hal yang sederhana. Menyapa warga, mendengarkan keluh kesah, serta menciptakan ruang interaksi santai adalah kunci utama agar aparat semakin dicintai oleh rakyatnya. Hal senada turut disampaikan secara tegas oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz – 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. Beliau menilai bahwa komunikasi langsung adalah pilar penting dalam menyukseskan setiap penugasan di tanah Papua.
“Kami mendorong personel untuk selalu hadir dengan pendekatan yang humanis. Ketika petugas dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, warga dapat merasakan bahwa kehadiran Polri bukan hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat,” jelas Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum.
Kehangatan dari aparat penegak hukum ini nyatanya benar-benar dirasakan oleh warga setempat. Salah seorang warga asli Ilaga, Maue Alom, menyambut dengan sangat gembira interaksi tulus yang dilakukan oleh personel Satgas. “Kami senang ketika petugas datang dan mau berinteraksi dengan masyarakat. Anak-anak juga terlihat senang ketika diberikan makanan ringan. Kegiatan seperti ini membuat hubungan dengan masyarakat menjadi lebih dekat,” ungkap Maue Alom dengan senyum simpul. Bagi anak – anak di kawasan pedalaman Ilaga, sebungkus makanan ringan dari bapak polisi adalah momen kebahagiaan yang sangat berkesan. Sementara bagi personel Satgas, tawa lepas dari masyarakat adalah energi tak ternilai untuk terus mengabdi di garis depan.
Selama patroli jalan kaki tersebut berlangsung, situasi di seluruh wilayah Ilaga dilaporkan sangat aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat sukses menciptakan harmoni yang indah antara tugas negara dan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui konsistensi pendekatan yang merakyat ini, institusi Polri menaruh harapan besar di masa depan. Kepolisian diharapkan mampu menyatu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Papua dalam merajut kedamaian yang berkelanjutan. create by Dony Badak




