MII – Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) akan menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program pembangunan 300 ribu jembatan yang digagas melalui pembentukan Satgas Khusus Darurat Jembatan. Kebijakan tersebut Presiden Prabowo umumkan sebagai respons terhadap kondisi infrastruktur dasar yang masih tertinggal di sejumlah wilayah.
Prabowo menekankan pengerahan satuan – satuan teknik TNI merupakan langkah strategis untuk memastikan percepatan pembangunan di daerah yang sulit dijangkau. “Kita akan turunkan Batalion Zeni, Batalion Teritorial Pembangunan, dan unit-unit konstruksi lainnya. Mereka yang punya kemampuan teknis untuk bergerak cepat,” ujar Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (29/11/25).
Prabowo menilai TNI memiliki kapasitas operasional yang tidak dimiliki banyak lembaga sipil.
Satuan Zeni TNI dikenal memiliki kemampuan membangun jembatan taktis, jembatan permanen, hingga infrastruktur pendukung lainnya di medan ekstrem, mulai dari daerah perbukitan, hutan, hingga wilayah pedalaman yang tidak terjangkau kendaraan berat.
Menurut Prabowo, pengalaman panjang TNI dalam operasi kemanusiaan, tanggap darurat, dan pembangunan fasilitas publik menjadi alasan utama dipilihnya mereka sebagai tulang punggung program ini.
“Di banyak tempat, rakyat kita masih mengandalkan sungai sebagai satu-satunya akses transportasi. Anak-anak harus menyeberang tanpa jembatan dan sering kali basah kuyup. Ini tidak boleh kita biarkan,” ucapnya.
Presiden Prabowo Subianto juga menekankan program jembatan ini tidak boleh terhambat oleh proses administratif yang panjang. Ia menginstruksikan seluruh kementerian terkait untuk memotong prosedur yang tidak mendesak, dan memberi ruang bagi TNI untuk bergerak lebih cepat.
“Tidak usah lama – lama studi kelayakan. Tidak ada seminar, tidak ada simposium. Kita kerjakan. Kita selesaikan ini,” tegas Presiden Prabowo Subianto. Dengan mandat tersebut, TNI akan menjadi penggerak utama di lapangan, mulai dari survei lokasi cepat, mobilisasi alat berat, pembangunan struktur jembatan, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah.
Program ini juga akan melibatkan berbagai unsur, seperti Polri dan unit-unit yang memiliki kemampuan teknis dan dukungan logistik untuk mendampingi proses pengamanan dan distribusi material pembangunan. create by Yulianto




