MII – Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Malaysia kepada korban bencana di Indonesia. Menurutnyan bantuan tersebut tidak bisa disamakan dengan besaran bantuan yang digelontorkan langsung oleh Pemerintah Indonesia atau tidak seberapa. Kamis (18/12/25),

Menurutnya, kontribusi dari negara tetangga tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan skala bantuan nasional yang telah disiapkan dan disalurkan pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan Tito untuk meluruskan anggapan publik mengenai peran negara dalam penanganan bencana.

Ia menilai perlu ada pemahaman yang utuh bahwa tanggung jawab utama dalam membantu masyarakat terdampak berada di tangan pemerintah sendiri, baik dari sisi pendanaan maupun pelaksanaan di lapangan. Tito menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk penanganan bencana, terutama di wilayah Sumatera yang terdampak cukup luas.

Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penyaluran bantuan logistik, perbaikan fasilitas umum dan infrastruktur, hingga program pemulihan jangka panjang bagi warga yang terdampak bencana.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran negara dalam situasi darurat merupakan bentuk tanggung jawab konstitusional. Pemerintah, kata Tito, memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki dikerahkan demi melindungi dan membantu masyarakat yang terkena musibah.

Meski demikian, Tito tetap menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh negara sahabat, termasuk Malaysia. Namun ia menekankan bahwa upaya terbesar dan paling signifikan dalam penanganan bencana tetap berasal dari Pemerintah Indonesia, sejalan dengan kapasitas, kewenangan, dan kewajiban negara terhadap rakyatnya. create by Yulianto