MII – Bogor – Dugaan pencemaran Sungai Ciparigi yang melibatkan Hotel Santika dan Botani Square mendapat perhatian serius dari Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. Namun, hingga kini Pemkot Bogor masih menunggu laporan resmi sebelum mengambil langkah lanjutan terkait pencemaran Sungai Ciparigi. Dedie menyampaikan bahwa informasi awal terkait dugaan pencemaran Sungai Ciparigi tersebut akan segera disampaikan oleh Lurah Tegallega dan Camat Bogor Tengah.

“Saya masih menunggu laporan. Hari ini rencananya Pak Lurah Tegallega dan Pak Camat Bogor Tengah akan menyampaikan laporan,” ujar Dedie kepada wartawan, Kamis 30 April 26. Ia menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan secara rinci bentuk maupun mekanisme dugaan pencemaran yang terjadi.

Menurutnya, Pemkot Bogor perlu mengumpulkan data lengkap, termasuk terkait cara pembuangan limbah, lokasi pembuangan, hingga dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan. “Saya juga belum mengetahui praktik pencemaran itu seperti apa, dibuang ke mana, dan bagaimana prosesnya. Nanti siang akan kita panggil setelah menerima informasi yang lebih detail,” jelasnya.

Sebelumnya, Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, mengungkap dugaan bahwa Hotel Santika dan Botani Square membuang limbah ke Sungai Ciparigi. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung saluran limbah di wilayahnya, Kamis 30 April 2026.

Hardi menyebut pihak kelurahan telah memberikan teguran kepada kedua pihak, baik secara lisan maupun tertulis. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang dilakukan. “Kami sudah memberikan teguran, baik tertulis maupun lisan kepada pihak Botani Square dan Santika. Tapi sampai hari ini belum ada tindakan. Mereka masih tetap membuang limbah ke sungai,” ujarnya.

Ia juga mengaku telah meminta hasil uji laboratorium dari pihak hotel guna memastikan kualitas limbah yang dibuang. Namun, hingga saat ini permintaan tersebut belum dipenuhi. “Saya pernah meminta hasil laboratorium untuk memastikan limbah itu tidak berdampak. Tapi sampai sekarang belum ada hasil yang diberikan, baik dari Santika maupun Botani Square,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hardi mengungkapkan bahwa warga mulai merasakan dampak dari dugaan pencemaran tersebut, di antaranya bau tidak sedap serta perubahan kondisi air sungai. Ia juga menyoroti ukuran pipa pembuangan milik Botani Square yang dinilai cukup besar dan berpotensi memengaruhi debit air. “Dampaknya bau, dan kondisi air di Sungai Ciparigi berubah. Pipa dari Botani itu besar sekali,” pungkasnya. create by Gunawan Suhendar