MII – Surabaya – Di balik pelarian Novita Sari alias Novita Amanda, pelaku penipuan arisan bodong senilai Rp 2,2 miliar, pihak keluarga memberikan pengakuan mengejutkan saat ditemui cak Ji di tempat tinggalnya di Klakah Rejo Sememi.
Baik suami maupun kakak kandung pelaku sama – sama tidak mengetahui secara detail praktik penipuan yang dilakukan Novita, namun diketahui fakta adanya aliran dana ke rekening milik jafar selaku kakak pelaku.
Jafar, kakak kandung Novita, mengaku baru mengetahui persoalan ini setelah rumahnya digeruduk puluhan korban. Ia berdalih posisinya sebagai saudara hanya mencoba mencarikan solusi tanpa bermaksud terlibat dalam tindak kriminal adiknya. “Saya itu pulang kerja, tidak tahu-menahu atas dasar perkara ini. Namanya saudara, ya mencari solusi dulu. Adik kan sudah nikah, tidak sepenuhnya saudara tahu tentang perkara rumah tangganya,” ujar Jafar.
Terkait temuan aliran dana sebesar Rp 20 – 30 juta ke rekeningnya, Jafar sempat memberikan penjelasan yang berbelit. Ia berdalih rekeningnya sering digunakan untuk keperluan keluarga di Madura. “Orang tua saya di Madura tidak punya ATM, saya yang pegang kartunya, jadi bukan berarti saya tahu persoalannya penipuan yang dilakukan novita,” dalihnya.
Sementara itu, Dana suami dari Novita Amanda, juga mengaku kehilangan jejak istrinya. Ia menyebut istrinya sudah kabur dari rumah setelah konflik memuncak akibat jeratan hutang dan tidak mampu membayar biaya kos. “Kabur dari rumah, walnya kami ngekos, tapi tidak bisa bayar. Sekarang dia sudah minggat,” kata Dana. Rabu (20/5/26)
Suasana sempat memanas saat Cak Ji meminta Dana menghubungi Novita melalui telepon di hadapan para korban, namun akses komunikasi dengan Novita sudah tidak bisa dihubungi. “Nomornya sudah tidak aktif,” tegasnya. create by Abdul Gofar




