MII – Bogor – PT KAI memperpanjang peron dan jalur rel 6 sampai 8 di Stasiun Bogor untuk meningkatkan daya tampung penumpang KRL Commuter Line, Rabu 20 Mei 2026.

Pembangunan infrastruktur ini dilatarbelakangi oleh kondisi peron lama yang hanya mampu memuat rangkaian kereta dengan kapasitas 8 hingga 10 gerbong. Pihak otoritas stasiun menargetkan kapasitas peron yang baru nantinya sanggup melayani rangkaian kereta panjang dengan kapasitas maksimal hingga 12 gerbong.

“Meningkatnya kualitas pelayanan karena daya tampung penumpang semakin besar seiring jalur 6, 7, 8 bisa dimasukin atau diisi oleh KRL SF 12 (12 kereta),” kata Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo saat dihubungi wartawan, pada Rabu (20/5/26).

Proses pengerjaan di lapangan saat ini melibatkan alat berat jenis beko berukuran kecil serta pemasangan pembatas garis kuning hitam di area peron jalur lintas 5. Struktur selasar peron 6 dilaporkan sudah dibongkar sebagian dengan tiang listrik aliran atas yang hampir rampung diselesaikan oleh para pekerja proyek.

“Untuk pembangunan fisik, pemasangan tiang listrik aliran atas sudah 80 persen, pembangunan perpanjangan jalur rel dan peron sudah 31 persen,” kata dia. Imbas dari proyek fisik yang memakan waktu sekitar 90 hari ini membuat area peron 6 sampai 8 ditutup sementara untuk aktivitas pelayanan.

KAI Commuter mengantisipasi penumpukan penumpang dengan menyiapkan skema pengaturan arus keluar masuk stasiun serta pemanfaatan fasilitas jembatan penyeberangan orang. “Jadi untuk flow penumpang ini akan ada area pedestrian sementara, temporary, di samping selasar yang saat ini sudah ditutup posisinya di Stasiun Bogor,” tutur Karina di Stasiun Bogor, pada Rabu (15/4/26).

Jalur alternatif pejalan kaki diposisikan pada sisi kanan Pintu Barat menuju peron, sedangkan sebagian penumpang lain diarahkan ke Pintu Timur serta JPO Paledang. Manajemen juga menyiagakan Hall Taman Topi sebagai opsi pengalihan arus penumpang apabila terjadi kepadatan yang tinggi pada jam-jam sibuk.

“Dan nanti pada saat kondisi atau jam – jam kepadatan tertentu di Stasiun Bogor, kami akan melakukan untuk rekayasa flow penumpang yang akan diarahkan mungkin sebagian ke arah Hall Taman Topi dan sebagian juga bisa diarahkan yang akan menuju ke Hall Barat akan diarahkan melalui JPO Paledang,” tutur dia. Penataan akses dan fasilitas pejalan kaki sementara ini diupayakan agar pergerakan penumpang harian KRL di area stasiun tetap berjalan lancar selama pengerjaan konstruksi berlangsung. create by Gunawan Suhendar