MII – Jakarta Pusat – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan rencana konsep pembangunan pertahanan Indonesia, termasuk Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), ke sejumlah pimpinan pertahanan negara – negara regional dan global.
Menhan Sjafrie menyebut, ada negara regional yang kaget dengan rencana pemerintah Indonesia membangun 750 Yonif TP. Hal ini disampaikan Sjafrie saat rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/26).
Baca Juga: Menhan Sjafrie Ungkap Tawaran AS, Indonesia Dijadikan Pusat Harwat Pesawat Hercules di Asia “Tentunya saya perlu menjelaskan reaksi dari negara regional. Ada yang kaget dan bertanya, ‘untuk apa bikin 750 batalion selama lima tahun?’,” kata Sjafrie Sjamsoeddin.
Sjafrie kemudian menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 514 kabupaten/kota dengan di dalamnya ada 287 juta rakyat. Selain itu, Indonesia memiliki kekayaan alam yang harus dijaga. “Kita mempunyai perbatasan kurang lebih dengan 11 negara. “Kami mengantisipasi bukan untuk menyerang mereka, tetapi ingin mengawal kedaulatan negara kita, ” kata Sjafrie Sjamsoeddin.
“Kami membangun kemampuan kita ini adalah untuk mengawal ini semuanya. Akhirnya mereka bisa mengerti,” ucap Menhan RI. Diketahui, pemerintah menargetkan membangun 150 Yonif TP setiap tahunnya untuk mengawal 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“InsyaAllah pada tahun 2026, seluruh kabupaten di Jawa sudah dikawal oleh satu Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan,” kata Sjafrie Sjamsoeddin.
Kepada pimpinan dan para anggota Komisi I DPR RI, Sjafrie juga membeberkan manfaat kehadiran Yonif TP di kabupaten/kota, antara lain menekan angka kriminalitas, membangun kedekatan dengan masyarakat hingga memberdayakan UMKM sekitar. create by Ahmad Catur NBU




