MII – Mataram – Direktorat Pengamanan Objek Vital ( Ditpamobvit ) Korps Sabhara ( Korsabhara ) Badan Pemelihara Keamanan ( Baharkam ) Polri mengambil langkah strategis guna memastikan keandalan sistem pengamanan pada infrastruktur kritikal penyuplai energi listrik bagi masyarakat luas.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan audit resertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan ( SMP ) pada objek vital nasional sektor kelistrikan yang beroperasi di wilayah Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pelaksanaan agenda penting berskala nasional ini berada di bawah tanggung jawab penuh Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Syahdudi, S.I.K., guna menjamin terukurnya standar keamanan di fasilitas krusial negara.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, rangkaian peninjauan dan jalannya tahapan audit dipimpin langsung oleh Kasubdit Audit Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol. Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., yang bertindak selaku Ketua Tim Audit. Kegiatan pengawasan melekat ini menyasar tiga fasilitas kelistrikan yang sangat krusial bagi hajat hidup orang banyak, yakni fasilitas Regional Control Center ( RCC ), Distribution Control Center ( DCC ), serta ruang Server Supervisory Control and Data Acquisition ( Scada ) Lombok. Proses pemeriksaan maraton pada hari kedua ini memusatkan fokusnya pada dua lokasi utama, yaitu area operasional PT PLN ( Persero ) UPT Mataram yang mencakup UP2B dan UP2D NTB, serta ruang pertemuan yang berlokasi di Hotel Golden Palace, Kota Mataram.

Sejak pagi hari, tim auditor gabungan tersebut telah bergerak proaktif melakukan observasi lapangan guna memeriksa secara saksama tingkat kesiapan sarana dan prasarana pengamanan fisik. Pengecekan ketat ini diprioritaskan pada area-area berisiko tinggi dan sangat sensitif seperti ruangan RCC, DCC, hingga pusat server utama penyedia data kelistrikan.

Setelah memastikan kesesuaian infrastruktur fisik pelindung di lapangan, tim langsung melanjutkan agenda dengan tahapan audit non-fisik berupa pemeriksaan kelengkapan dokumen administratif yang dibarengi dengan sesi wawancara mendalam bersama jajaran manajemen tingkat atas serta Tim Sistem Manajemen Pengamanan ( SMP ) internal PLN Lombok.

Menjelaskan arah dan urgensi dari tahapan audit tersebut, Kombes Pol. Hamam Wahyudi menegaskan bahwa pengecekan kali ini menitikberatkan pada kelengkapan Elemen II yang mengatur tentang Pola Pengamanan infrastruktur. Fokus pendalaman materi pada audit kali ini memang bertumpu pada Elemen II mengenai Pola Pengamanan. Penguatan pola pengamanan ini kami nilai menjadi kunci utama sekaligus langkah preventif yang paling efektif dalam mengantisipasi dan memitigasi segala bentuk potensi gangguan keamanan yang dapat mengancam stabilitas pasokan energi listrik bagi masyarakat di seluruh wilayah Lombok, papar Ketua Tim Audit tersebut dengan tegas saat memberikan keterangan di lokasi.

Seluruh rangkaian kegiatan audit resertifikasi yang berlangsung secara komprehensif sejak pagi hingga malam hari tersebut dilaporkan berjalan dengan sangat aman, tertib, dan lancar tanpa kendala yang berarti. Pihak kepolisian menaruh harapan besar agar hasil pemantauan, evaluasi, serta temuan dari proses resertifikasi ini kelak dapat menjadi acuan mutlak dan pedoman penting bagi PT PLN ( Persero ). Hal ini bertujuan agar perusahaan pelat merah tersebut mampu mempertahankan serta terus memutakhirkan standar sistem manajemen pengamanannya agar senantiasa selaras dengan regulasi ketat yang telah diamanatkan oleh institusi Polri. create by Dony Badak