MII – Sorong –Semangat persatuan dan kedamaian kembali ditekankan sebagai fondasi utama pembangunan di Tanah Papua. Dalam sebuah pernyataan resmi bertajuk “Dialog dalam Perbedaan Menuju Perubahan: Bukan Kekerasan, Bukan Perpecahan”, yang disampaikan di Sorong pada hari Minggu (25/5), oleh salah satu Tokoh Papua Yunus Saflembolo menyerukan seluruh anak bangsa untuk merapatkan barisan dan bersama-sama menerjemahkan visi besar Asta cita serta Program Strategis Nasional agar diwujudkan di enam provinsi yang ada di Bumi Cendrawasih.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Indonesia, termasuk di dalamnya seluruh wilayah Papua, adalah satu rumah besar yang kaya akan keberagaman budaya dan adat istiadat. Perbedaan pandangan dan latar belakang bukanlah dinding pemisah, melainkan kekayaan bangsa yang harus dijaga.

“Tidak ada pembangunan yang hakiki tanpa persatuan, dan tidak ada persatuan yang kokoh tanpa dialog. Dialog adalah jembatan persaudaraan untuk menyatukan hati, mengubah keraguan menjadi kepercayaan, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bersama,” tegas Yunus Saflembolo.

Asta cita : Visi Besar untuk Seluruh Nusantara

Asta cita Presiden Republik Indonesia yang berisi delapan misi besar menjadi kompas arah pembangunan nasional menuju visi besar “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas”. Kedelapan misi tersebut mencakup penguatan ideologi, pertahanan, swasembada pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia, hilirisasi industri, pembangunan wilayah dan desa, serta reformasi birokrasi dan hukum.

Visi besar ini kemudian dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN ) 2025 – 2029 melalui tiga tingkatan program strategis:

1. 8 Program Hasil Cepat ( Quick Wins ): Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, Ketahanan Pangan, Rumah Layak Huni, Kesehatan Dasar, Infrastruktur Desa, dan Reformasi Pelayanan.
2. 17 Program Prioritas Nasional: Meliputi swasembada energi, ekonomi hijau, perlindungan sosial, penanganan kemiskinan, hingga pembangunan IKN.


3. 77 Proyek Strategis Nasional: Berupa pembangunan proyek-proyek fisik berskala besar yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Papua.

Asta cita Rasa Papua: 19 Program Khusus Sesuai Kearifan Lokal

Sebagai bentuk penyesuaian agar pembangunan bersahabat dengan kondisi geografis dan budaya setempat, pemerintah telah merumuskan 19 Program Prioritas Khusus Papua atau yang disebut Asta cita Rasa Papua melalui Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Pembangunan Papua dan Papua Barat (RAPPP) 2025–2029. Program ini dibagi ke dalam empat pilar utama:

✅ Pilar Papua Sehat: Fokus pada pelayanan kesehatan bergerak dan peningkatan akses serta mutu kesehatan.
✅ Pilar Papua Cerdas: Mewujudkan pendidikan merata melalui sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, sekolah berpola asrama, dan peningkatan kualitas pendidikan.
✅ Pilar Papua Produktif: Mengembangkan ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan, pariwisata, swasembada pangan, peningkatan investasi, serta pembangunan kawasan strategis.
✅ Pilar Prasyarat Pembangunan: Membangun konektivitas jalan, pelabuhan, dan udara; penyediaan air dan energi; perlindungan lingkungan; penguatan lembaga adat; serta perlindungan hak ulayat masyarakat hukum adat.

Penerjemahan program nasional di Tanah Papua tidak hanya sekadar menerapkan aturan, tetapi menyesuaikan makna dan metode agar berjalan beriringan dengan nilai budaya, hak adat, serta amanat Undang-Undang Otonomi Khusus. Dana Otonomi Khusus dan Dana Tambahan Infrastruktur akan disinergikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Daerah (APBD) untuk memastikan pemerataan kesejahteraan hingga ke pedalaman, pulau terluar, dan kampung-kampung yang sulit dijangkau.

Membangun dengan Kasih Sayang, Bukan Kekerasan

Poin paling ditekankan dalam pernyataan ini adalah cara pelaksanaan pembangunan. Yunus Saflembolo mengingatkan bahwa kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah, melainkan hanya melahirkan luka yang menghambat kemajuan.

“Kekerasan mungkin bisa memindahkan batu, tapi hanya kasih yang mampu menggerakkan hati. Pembangunan sejati hanya tumbuh subur di atas tanah yang disiram dengan kasih sayang, pengertian, dan persaudaraan,” ujarnya. Selasa 26 Mei 2026

Pembangunan di Papua harus menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk mengangkat harkat dan martabat Orang Asli Papua, menghapus ketertinggalan, dan memastikan Papua tidak lagi menjadi penonton kemajuan, melainkan pelaku utama kemajuan Indonesia.

Komitmen utama pembangunan ini adalah: Otonomi Khusus bukan hanya hak di atas kertas, tapi manfaat nyata dirasakan rakyat; Program nasional berjiwa Papua; dan Tanah Papua maju sejajar dengan wilayah lain menuju Indonesia Emas 2045.

Di akhir pernyataannya, disampaikan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat, lembaga adat, gereja, dan pemerintah untuk bersatu menjadikan dialog sebagai pondasi dan damai sebagai tujuan.

“Mari kita jadikan Bumi Cendrawasih ini sebagai contoh bagi dunia: di sini kemajuan dan kesejahteraan tumbuh berdampingan dengan kedamaian dan kasih persaudaraan yang kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan kasih kita satukan hati, dengan kerja nyata kita wujudkan mimpi,” tutup Yunus Saflembolo. TANAH PAPUA MAJU, INDONESIA MAJU. create nya wiliam