MII – Bansung – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai penuh khidmat dan kepedulian oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung. Melalui kegiatan penyembelihan hewan qurban dan pendistribusian daging qurban, semangat berbagi dan pembinaan kepribadian warga binaan tampak nyata dalam setiap prosesnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini menjadi wujud nyata nilai kemanusiaan yang terus ditanamkan di lingkungan pemasyarakatan. Tahun ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung menyembelih sebanyak 4 ekor sapi dan 6 ekor kambing, yang berasal dari partisipasi warga binaan beserta keluarganya serta dukungan dari mitra kerja Lapas.
Proses penyembelihan dilakukan oleh juru sembelih yang berpengalaman dan dikoordinasikan langsung oleh panitia qurban dari jajaran petugas. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dengan mengedepankan prinsip kebersihan dan keamanan.
Tak hanya sekadar penyembelihan, kegiatan ini juga melibatkan 27 orang warga binaan yang turut berperan aktif. Mereka membantu mulai dari perawatan hewan qurban, proses pembersihan area penyembelihan, hingga pengolahan daging di dapur Lapas. Keterlibatan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan kepribadian, yang bertujuan menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
Daging qurban yang telah dipotong dan dikemas kemudian didistribusikan secara merata kepada berbagai pihak. Selain diberikan kepada sahibul qurban, warga binaan, dan petugas, daging juga disalurkan kepada keluarga warga binaan, stakeholder, masyarakat sekitar, hingga lembaga sosial seperti Pesantren As Sakinah Bandung dan Panti Asuhan Muhammadiyah Sumur Bandung.
Secara keseluruhan, sebanyak 626 orang menerima manfaat dari kegiatan qurban ini.
Pihak Lapas menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk ibadah tahunan, tetapi juga sarana pembinaan yang efektif untuk membangun karakter warga binaan agar lebih peduli terhadap sesama dan siap kembali ke masyarakat dengan nilai – nilai positif.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Melalui semangat Idul Adha, Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung menunjukkan bahwa di balik tembok pembatas, nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial tetap tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
create by Dayan Sihombing




