MII – Sukabumi – Di tengah maraknya bisnis kuliner modern yang menawarkan kepraktisan lewat bahan pangan siap saji, sebuah langkah berbeda diambil oleh sebuah rumah makan prasmanan di pesisir selatan Jawa Barat. Ratu Raos Prasmanan, yang terletak tidak jauh dari RR Tower di kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mencoba menjungkirbalikkan pakem tersebut.
Mereka tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga sebuah ideologi; mengembalikan kedaulatan pangan ke tangan petani lokal sekaligus mengeliminasi bahan pangan olahan berlebih. Di dapur rumah makan Ratu Raos Prasmanan ini, sebuah kolaborasi unik terjadi. Urusan meracik menu sehari-hari dipercayakan kepada Razwa Rohmatulloh, pemuda ramah yang di dapur akrab disapa Chef Gemoy.
Ia bertindak sebagai asisten chef, mendampingi seorang head chef bertangan dingin yang memiliki latar belakang unik sebagai mantan pemain andalan billiard Pemerintah Kabupaten Sukabumi, yang memilih untuk bergerak tanpa ingin namanya dipublikasikan.
Jaminan Hidangan Sehat Bebas UPF Dari tangan mereka, tersaji sekitar lima puluh variasi menu khas Nusantara yang berganti setiap harinya. Namun, kekuatan utama dari deretan hidangan yang berjejer rapi di meja prasmanan tersebut bukan terletak pada banyaknya pilihan, melainkan pada prinsip kesehatan yang ketat.
Rumah makan ini berkomitmen penuh untuk membebaskan seluruh masakan mereka dari Ultra – Processed Food ( UPF ) atau makanan yang melewati proses pabrikan berlebih, termasuk penggunaan zat kimia tambahan. Asisten Chef Ratu Raos Prasmanan, Razwa Rohmatulloh menjelaskan bahwa nilai utama yang mereka tawarkan kepada konsumen adalah jaminan kesehatan bagi masyarakat. “Dari bumbu yang kita pergunakan ini tidak ada UPF atau Ultra-Processed Food. Dalam artian tidak ada zat kimia yang dipergunakan, semua ini pakai rempah,” ujarnya saat ditemui detikJabar, Selasa (2/6/26).
Sebut saja menu sup iga hingga sup ikan yang menjadi kegemaran pengunjung. Alih – alih menggunakan kaldu instan kemasan yang tinggi natrium buatan, dapur rumah makan ini murni mengandalkan kekuatan aromatik dari rempah-rempah asli Nusantara, seperti bunga lawang, cengkeh, dan kayu manis. Kesadaran akan pemenuhan gizi seimbang ini juga tampak dari cara mereka mengolah sayuran hijau yang sengaja dimasak tidak terlalu matang (overcook) agar kandungan nutrisi, vitamin, dan mineral alaminya tidak luruh kelar.
Bagi pengunjung yang menggemari cita rasa pedas, pihak dapur selalu menyediakan sayuran segar dan protein nabati melimpah sebagai penyeimbang metabolisme tubuh. Dobrak Dominasi Pengepul Demi Petani Rumahan., Menariknya, komitmen menyajikan makanan sehat dan segar setiap hari ini berkelindan erat dengan misi sosial penataan ekonomi warga lokal.
Manajemen rumah makan ini secara sadar mengambil langkah berani untuk mematahkan dominasi tengkulak atau pengepul besar yang selama ini kerap mendikte harga di tingkat produsen bawah. Jalur distribusi yang panjang dan timpang tersebut dipangkas habis. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dapur, pihak manajemen langsung turun ke kantung – kantung produksi harian. Seluruh pasokan rempah didapatkan langsung dari tangan pertama melalui Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) lokal.
Begitu pula dengan pasokan proteinnya, mereka bermitra langsung dengan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) setempat yang menyuplai ikan air tawar seperti lele, hingga memanfaatkan melimpahnya hasil tangkapan ikan laut segar para nelayan tradisional Palabuhanratu.
Langkah memotong jalur komersial ini berdampak langsung pada kesejahteraan para produsen di tingkat tapak. Manajemen Ratu Raos menetapkan kebijakan untuk membeli hasil panen sayur dan ikan tersebut dengan harga yang lebih tinggi daripada standar yang biasa dipatok oleh para pengepul.
“Kita patahkan pengepul, tapi kita langsung ke petani. Dengan harga beli dari petani kita lebih tinggi daripada pengepul, sehingga petani kecil atau petani rumahan itu bisa keangkat untuk penghasilan,” kata Razwa.
Melalui ekosistem yang mandiri ini, Ratu Raos Prasmanan membuktikan bahwa roda bisnis kuliner dapat berputar tanpa harus menumbalkan kesejahteraan petani kecil di hulu demi mengejar keuntungan di hilir.
Di tempat ini, sepiring hidangan lokal termasuk Sup Jangilus yang menjadi menu sehat andalan dengan harga ramah kantong bukan lagi sekadar urusan pengisi perut yang lapar, melainkan sebuah bentuk dukungan nyata terhadap kedaulatan para petani rumahan di bumi Sukabumi. create by Muhamad Ridwan




