MII – Aceh – Badan Pusat Statistik ( BPS ) mencatat Aceh mengalami inflasi tahunan ( year-on-year/y-on-y ) sebesar 5,12 persen pada Mei 2026. Artinya, secara umum harga barang dan jasa di Tanah Rencong pada Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 5,12 persen dibandingkan Mei 2025 lalu.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan berdasarkan data inflasi menurut kelompok pengeluaran, bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi, sebesar 2,59 persen. “Di mana, pada Mei 2026, inflasi tahunan terutama didorong oleh beras, emas perhiasan, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin ( SKM ), dan tomat,” kata Agus dalam konferensi pers di Kantor BPS Aceh, Selasa (2/6/2026).

“Di sisi lain, terdapat komoditas yang memberikan pengaruh deflasi, di antaranya tarif air minum PAM, baju muslim wanita, bawang putih, tarif Sekolah Menengah Atas, dan tarif Sekolah Menengah Pertama,” lanjut dia.

Selain mencatat inflasi tahunan sebesar 5,12 persen, BPS juga merekam kenaikan inflasi bulanan Aceh pada Mei 2026 sebesar 0,60 persen. Kenaikan harga pada bulan tersebut terutama juga dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,96 persen dan memberikan andil sebesar 0,37 persen terhadap inflasi.

Di mana, terdapat beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi bulanan, yaitu tomat, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan nasi dengan lauk. “Sementara itu, juga terdapat komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan yaitu daging ayam ras, ikan tongkol, ikan dencis, emas perhiasan, dan telur ayam ras,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, bahwa penghitungan inflasi Aceh dilakukan berdasarkan data dari lima daerah, yakni Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Meulaboh, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Secara tahunan, seluruh daerah tersebut mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,09 persen dan terendah di Meulaboh sebesar 3,99 persen. “Secara bulanan juga terjadi inflasi di seluruh wilayah penghitungan inflasi. Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh, yakni sebesar 0,93 persen, sedangkan paling rendah terdapat di Kota Lhokseumawe sebesar 0,03 persen,” pungkasnya. create by Ahmad Fauzan