MII – Pancur Batu – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancur Batu dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang produktif dan berorientasi pada pembinaan terus diwujudkan melalui berbagai inovasi. Salah satunya dengan menjalin kerja sama strategis bersama Universitas Dharmawangsa yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Senin (27/7/2026).


Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan melalui sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemasyarakatan. Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi pegawai maupun Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ).


Fokus utama kerja sama diwujudkan melalui kemitraan dengan Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Program ini diarahkan untuk membangun kemandirian WBP melalui pelatihan budidaya perikanan yang berbasis ilmu pengetahuan dan praktik lapangan.


Melalui pendampingan para akademisi, warga binaan akan dibekali keterampilan budidaya ikan, teknik pengelolaan usaha perikanan, hingga peningkatan kualitas hasil produksi. Bekal tersebut diharapkan menjadi modal berharga bagi WBP untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.


Tidak hanya berorientasi pada pembinaan warga binaan, kerja sama ini juga membuka peluang peningkatan kompetensi pegawai Lapas melalui berbagai kegiatan akademik, pelatihan, penelitian, serta pengembangan kapasitas yang berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pancur Batu menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari transformasi pemasyarakatan yang menempatkan pendidikan dan pemberdayaan sebagai fondasi utama pembinaan.


“Kerja sama ini merupakan wujud komitmen Lapas Kelas IIA Pancur Batu untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dalam mendukung program pembinaan kemandirian WBP serta meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan,” ujar Kalapas.


Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari selesainya masa pidana, tetapi juga dari kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, memiliki keterampilan, dan mampu berkontribusi secara positif.


Sinergi antara Lapas Kelas IIA Pancur Batu dan Universitas Dharmawangsa diharapkan menjadi model kolaborasi yang mampu melahirkan berbagai program pembinaan inovatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata.

Dengan dukungan dunia pendidikan, Lapas Kelas IIA Pancur Batu optimistis dapat terus menghadirkan pembinaan yang lebih humanis, profesional, serta mencetak warga binaan yang siap berkarya dan berdaya saing ketika kembali ke masyarakat. create by Dayan Sihombing