MII – Bogor – Polemik pembangunan lapangan golf dan resort mewah di kaki Gunung Salak, Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, kembali mencuat. Proyek besar bernama Bumi Nyiomas Golf & Resort itu dituding menjadi biang kerok banjir yang kerap melanda sejumlah desa di Tamansari.

Banjir terbaru terjadi Sabtu, 5 Juli 2025 lalu. Jalan Gang Oding di Desa Sirnagalih terendam air, mengganggu aktivitas warga dan merusak puluhan rumah. Sorotan pun mengarah pada proyek lapangan golf yang berdiri di atas lahan eks HGU milik PTPN seluas 12 hektare.

Menyikapi laporan warga, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan langsung. Pria yang akrab disapa KDM itu menyebut pembangunan tersebut belum mengantongi dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) atau syarat mutlak dalam proyek-proyek besar seperti ini.

“Harus dibuktikan secara ilmiah. Tapi kalau izin AMDAL belum ada, pembangunannya harus dihentikan dulu,” tegas Dedi saat mendatangi kantor PT RSB Unit Ciomas pada Rabu (9/7), didampingi Camat Tamansari, Yudi Hartono.

Di balik proyek ini, warga mencium adanya “pemain besar” yang membuat pejabat lokal enggan bersuara.

Tokoh masyarakat Tamansari, Dwi Arswendo, blak-blakan menyebut pemerintah daerah terlalu segan bertindak karena pengusaha di balik proyek ini punya kekuatan modal dan pengaruh.

“Jangan tutup mata. Ini pemodal besar, bahkan diduga ada orang kuat di belakangnya. Itu sebabnya aparat setempat pun hanya diam,” kata Arswendo, Jumat (11/7).

Ia menambahkan, warga sangat berharap Dedi Mulyadi bisa berdiri di pihak masyarakat, bukan pada kepentingan pengusaha yang merusak lingkungan.

“Pemerintah harus hadir untuk rakyat, bukan untuk investor yang merusak fungsi lahan dan malah menimbulkan bencana. Kami harap Gubernur bisa ambil langkah cepat.”

Kini, warga menunggu langkah konkret dari Pemprov Jawa Barat. Apakah pembangunan akan dihentikan sementara hingga ada kejelasan hukum dan dampak lingkungan Atau justru proyek ini tetap berjalan di tengah derasnya kritik dan bencana yang terus mengintai? . create by Gunawan Suhendar