MII – Bogor – Tidak sedikit pengguna Commuter Line maupun kereta jarak jauh yang panik saat menyadari barangnya tertinggal di dalam gerbong. Mulai dari payung, tas kecil, hingga barang berharga seperti ponsel atau laptop, semuanya pernah masuk daftar barang temuan di stasiun. Jumat (28/11/25).
Padahal, PT KAI dan KAI Commuter telah memiliki mekanisme layanan yang jelas terkait hilang–temu barang. Dengan mengikuti prosedurnya, kesempatan barang kembali ke pemilik akan jauh lebih besar, tanpa perlu mengadu dulu di media sosial.
- Lapor Secepat Mungkin ke Petugas
Begitu menyadari barang tertinggal, penumpang disarankan segera mendatangi petugas keamanan, Passenger Service ( PS ), atau loket informasi. Informasi detail seperti rute kereta, jam keberangkatan, posisi gerbong, dan ciri fisik barang sangat membantu dalam proses penelusuran. Laporan cepat memungkinkan petugas langsung berkomunikasi dengan kru kereta yang masih bertugas di lapangan.
- Petugas Telusuri Gerbong
Setelah laporan diterima, petugas stasiun akan menghubungi petugas PS yang berada di kereta. Pengecekan biasanya dilakukan saat kondisi dalam KRL mulai longgar atau ketika kereta tiba di stasiun akhir. Jika ada penumpang lain yang menemukan barang itu terlebih dahulu, barang akan diamankan dan dicatat sebagai barang temuan.
- Barang Disimpan di Lost & Found
Barang yang ditemukan tidak langsung diberikan ke pemilik, tapi dibawa ke ruang Lost & Found di stasiun akhir atau stasiun besar terdekat. Pemilik wajib menunjukkan identitas dan menjelaskan ciri barang untuk memastikan klaim dilakukan oleh orang yang benar. Proses ini penting untuk mencegah penyalahgunaan atau pengambilan barang yang bukan miliknya.
- Jika Barang Belum Ditemukan
Kadang barang tidak langsung ditemukan pada hari yang sama. Petugas akan terus melakukan pencarian, memantau laporan dari stasiun lain, hingga memeriksa CCTV pada area tertentu yang terjangkau kamera. Namun, jika barang terbawa penumpang lain, proses pencarian bisa menjadi sangat sulit.
Petugas Dilarang Membuka Isi Tas, Sesuai SOP, tas, kotak, atau benda tertutup lainnya tidak boleh dibuka oleh petugas kecuali untuk urusan keamanan. Itu sebabnya barang titipan disimpan apa adanya tanpa pengecekan isi, demi mencegah kesalahpahaman atau dugaan penyalahgunaan.
- Barang Tak Bertuan Akan Diproses
Jika barang tak diambil dalam kurun waktu tertentu (biasanya 30–60 hari), barang tersebut akan diproses sesuai kebijakan perusahaan, mulai dari disumbangkan hingga dimusnahkan, tergantung kondisinya.
- Tips Agar Barang Tidak Mudah Tertinggal
Sederhana namun sering diabaikan: periksa bangku sebelum turun, satukan barang di satu tas, beri label nama, hingga tempel nomor telepon pada perangkat.
Kasus Anita Viral, Petugas Justru Terancam Dipecat. Di tengah ramainya pembahasan soal prosedur barang hilang, muncul kisah Anita—seorang penumpang Commuter Line yang viral setelah mengunggah ceritanya pada Senin malam (24/11/25).
Ia mengakui kelalaiannya sendiri karena lupa membawa turun cooler bag berisi tumbler berwarna biru saat naik KRL Tanah Abang – Rangkasbitung.
Tas tersebut berhasil ditemukan petugas. Namun ketika Anita mengambil kembali barang itu, tumbler merek Tuku yang berada di dalamnya sudah hilang.
Cooler bag tersebut awalnya ditemukan oleh seorang petugas lalu diserahkan kepada Argi, petugas lain yang sedang berjaga malam itu.
Dalam pesan yang dikirim ke Alvin, suami Anita, Argi menjelaskan bahwa situasi stasiun sangat ramai sehingga ia tidak sempat memeriksa isi tas saat menerimanya.
“Karena malam itu saya yang menerima barang temuan, tapi dalam kondisi ramai jadi saya tidak bisa melakukan pengecekan. Secara otomatis barang itu menjadi tanggung jawab saya,” tulis Argi dalam chat yang kini beredar luas.
Argi kemudian menyimpan cooler bag tersebut di ruang PS. Ketika mengetahui laporan kehilangan tumbler, Argi mengaku sudah berusaha mencarinya kembali, namun hasilnya nihil.
Informasi tambahan dari akun @dutgendutt menyebutkan bahwa Argi adalah anak bungsu dari empat bersaudara, berstatus yatim, dan tengah menunggu penandatanganan kontrak kerja pada 17 Desember 2025.
Sayangnya, nasib Argi berubah setelah unggahan Anita viral. Ia dilaporkan terancam diberhentikan dari pekerjaannya akibat hilangnya tumbler tersebut.
“Sekarang pekerjaan saya di ujung tanduk gara-gara unggahan itu. Demi Allah Pak, bukan saya yang mengambil tumbler tersebut. Dampaknya sangat besar. Bagaimana jika Bapak berada di posisi saya?” tulis Argi kepada Alvin – pesan yang kabarnya tidak pernah dibalas.
Kisah ini memicu gelombang simpati dari publik terhadap Argi. Banyak warganet menilai pemecatan adalah keputusan yang tidak proporsional, terlebih masalah bermula dari kelalaian penumpang itu sendiri. Hingga artikel ini dibuat, PT KAI dan KAI Commuter belum merilis keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun alasan administratif pemecatan Argi. create by Gunawan Suhendar




