MII – Jakarta Timur – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan Laboratorium Tekstil dan Produk Kulit “Slog Lab” serta menyerahkan secara simbolis 430 kendaraan operasional dalam pembukaan Rapat Kerja Teknis ( Rakernis ) Staf Logistik ( Slog ) Polri Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna Slog Polri, Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (13/5/26).
Rakernis Logistik Polri TA 2026 mengusung tema “Menuju Era Baru Logistik Polri ( Adaptif, Prediktif, Efisien, Modern, Berkelanjutan dan Akuntabel )” sebagai bentuk transformasi logistik Polri menuju sistem yang lebih modern dan profesional guna mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, Aslog Kapolri Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, para Kapolda, Karolog Polda, serta peserta dari jajaran Mabes Polri dan kewilayahan yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun virtual.
Dalam rangkaian kegiatan, Kapolri meresmikan Laboratorium Tekstil dan Produk Kulit “Slog Lab” yang ditandai dengan penandatanganan prasasti. Laboratorium tersebut dibangun sebagai bagian dari modernisasi sarana pendukung logistik Polri untuk memastikan kualitas perlengkapan personel sesuai standar yang telah ditetapkan. “Baru saja kami melaksanakan beberapa kegiatan terkait dengan rangkaian Rakernis Logistik Polri. Pertama, kita melaksanakan peresmian laboratorium baru yang dimiliki oleh Logistik,” ujar Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri menjelaskan, laboratorium tersebut berfungsi untuk menguji kualitas seragam maupun perlengkapan anggota Polri agar memiliki standar mutu yang tinggi dan sesuai spesifikasi kebutuhan tugas di lapangan.
Selain meresmikan laboratorium, Kapolri juga meninjau sejumlah fasilitas unggulan, di antaranya Ruang Demo Bintara Al Slog Mate dan Ruang Demo Baju Anti Panah. Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Sigit berdialog langsung dengan petugas terkait spesifikasi teknis perlengkapan pelindung terbaru yang akan digunakan personel.
Menurut Kapolri, perlengkapan tersebut dirancang untuk mendukung keselamatan anggota yang bertugas di wilayah rawan konflik maupun penanganan kerusuhan, termasuk perlindungan dari serangan panah, lemparan bom molotov, hingga ancaman tembakan.
“Alhamdulillah, dengan peralatan yang baru, anggota kita bisa terhindar dari potensi apabila ada serangan panah. Ini semua dimaksudkan agar anggota betul-betul bisa tampil percaya diri dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri juga menyerahkan secara simbolis 430 unit kendaraan operasional yang terdiri dari sepeda motor, mobil patroli listrik, ambulans darurat, hingga kendaraan khusus penanganan banjir.
Armada tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah, termasuk daerah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti Papua, Papua Tengah, dan Dogiyai, guna memperkuat dukungan operasional kepolisian di lapangan. “Tentunya ini semua menjadi bagian yang terus kita optimalkan sehingga Slog Polri ke depan betul-betul bisa memberikan dukungan terhadap seluruh anggota yang melaksanakan tugas di fungsi operasional,” jelas Kapolri.
Lebih lanjut, Polri saat ini juga tengah menyusun konsep minimal essential police equipment ( MEPE ) atau standar minimal perlengkapan kepolisian yang harus dimiliki setiap satuan. Standar tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan operasional masing – masing daerah.
Kapolri berharap seluruh modernisasi logistik yang dilakukan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas pemeliharaan kamtibmas dan penegakan hukum secara optimal. “Harapan kita, semua yang dipersiapkan ini bisa memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat terhadap tugas – tugas yang dilaksanakan oleh institusi Polri,” pungkasnya. create by Yulianto




