MII – Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mulai memasuki tahapan pengadaan tanah untuk proyek pelebaran Jalan Raya Menganti menuju Lakarsantri, Surabaya. Proyek strategis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah Gresik bagian selatan dengan Kota Surabaya sekaligus mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Tahapan pengadaan lahan diawali melalui sosialisasi dan konsultasi publik yang melibatkan masyarakat terdampak. Pemerintah menegaskan seluruh proses akan dilakukan secara transparan, akuntabel, serta mengedepankan musyawarah agar hak-hak pemilik lahan tetap terlindungi. Kegiatan sosialisasi berlangsung di Kantor Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Sabtu (18/7/26).
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( DPUTR) Kabupaten Gresik Dhiannita Tri Astuti, Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik, Kejaksaan Negeri Gresik, DPRD Kabupaten Gresik, Forkopimcam Menganti, pemerintah desa, serta masyarakat pemilik lahan.
Sosialisasi dilakukan secara bertahap di seluruh desa yang terdampak proyek. Sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan di Desa Hulaan, Setro, dan Laban, sedangkan Desa Sidowungu dijadwalkan menjadi lokasi berikutnya. Khusus di Desa Menganti, ruas jalan yang akan ditangani memiliki panjang sekitar 580 meter, termasuk kawasan Simpang Empat Menganti.
Berdasarkan identifikasi awal, terdapat 119 bidang tanah yang berpotensi terdampak. Hasil konsultasi publik nantinya akan menjadi bagian dari proses pengajuan Penetapan Lokasi ( Penlok ) kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik sebagai dasar tahapan pengadaan tanah selanjutnya.
Jalan Diperlebar Jadi Empat Lajur, Penataan kawasan Simpang Empat Menganti akan mencakup koridor sepanjang sekitar 525 meter yang terbagi ke dalam lima ruas jalan. Selain pelebaran jalan menjadi empat lajur, pemerintah juga merencanakan pembangunan trotoar di kedua sisi jalan, sistem drainase yang lebih baik, median jalan, hingga penataan utilitas bawah tanah agar kabel udara tidak lagi semrawut. Penataan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas, mengurangi kemacetan, memperbaiki keselamatan pengguna jalan, sekaligus menghadirkan wajah baru kawasan Menganti sebagai koridor perkotaan yang lebih modern.
Gus Yani: Menganti Harus Terhubung dengan Surabaya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Kecamatan Menganti kini berkembang pesat karena berbatasan langsung dengan Surabaya bagian barat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus mengikuti perkembangan kawasan agar aktivitas masyarakat semakin lancar.
“Menganti lima tahun lalu dengan sekarang sudah sangat berbeda. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Surabaya bagian barat, sementara perkembangan Kota Surabaya juga terus bergerak ke arah barat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik ingin mengintegrasikan konektivitas wilayah selatan agar Menganti benar-benar menjadi kota satelit Kabupaten Gresik dengan Kota Surabaya,” ujarnya. create by Abdul Ghofar




