MII – Gresik – Ironis. Sudah lebih dari 1 bulan, halte Trans Jatim di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 680, tepat di depan Kantor Bapenda UPT Pemprov Jatim Gresik, dibiarkan rusak. Kaca pecah hanya diberi police line. Namun setiap hari, pelajar tetap terpaksa menunggu di sana. Pantauan wartawan pada Selasa (18/8/2026) pukul 15.17 WIB, sejumlah pelajar putri masih duduk di dalam halte tersebut. Padahal kondisi kaca di sisi halte sudah pecah dan rangka bengkok.

“Ini sudah lama Cak, sekitar sebulan. Tapi anak – anak tetap menunggu di sini karena memang rutenya lewat sini,” kata seorang warga sekitar. Kerusakan halte di jalur protokol dan tepat di depan kantor pemerintah provinsi ini memunculkan tanda tanya besar. “Di mana tanggung jawab Dishub Provinsi Jawa Timur?”.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada perbaikan maupun keterangan resmi dari pihak terkait. Warga khawatir serta merasa kurangnya kenyaman terutama anak sekolah, dengan tempat dan rangka yang sudah bengkok dan dibelakangnya ada sungainya.

Publik berharap dan mendesak Pemprov Jatim segera turun tangan dan cept memperbaiki halte yang sudah russak tersebut kembali ke sediakala agar para calon penumpang dapat merasa nyaman dalam menunggu bus trans jatim. Dan jangan sampai terjadi ada korban terlebih dulu baru ada aksi atau pemebtulan. KarenaFasilitas publik seharusnya menjadi prioritas, apalagi berada di depan kantor pemerintah daerah sendiri. Hal ini Berkaitan dengan Undang – undang (UU) No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. create by Abdul Ghofar