MII – Gunungputri – Arus lalu lintas di Jalan Raya Cikuda – Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor kembali tersendat pada Rabu pagi, Kemacetan terjadi setelah sebuah mobil pengangkut besi mengalami pecah ban di jalur menuju Wanaherang. Posisi kendaraan yang mengalami gangguan membuat pergerakan kendaraan melambat hingga memicu antrean cukup panjang, Kamis 1 Oktober 2026.
Berdasarkan dokumentasi warga di lokasi, kendaraan tampak mengantre di belakang mobil pengangkut besi tersebut. Pengendara yang melintas harus mengurangi kecepatan dan bergantian melewati titik kendaraan bermasalah. Kondisi ini menjadi perhatian karena ruas Cikuda – Wanaherang saat ini memiliki peran penting dalam pergerakan kendaraan di kawasan Gunung Putri.
Jalur tersebut sebelumnya masuk dalam skema akses alternatif selama pekerjaan penggantian Jembatan Kedep atau yang dikenal sebagai Jembatan Wika pada ruas Jalan Cileungsi – Cibinong. Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor sebelumnya menyebut jalur Cikuda dan Wanaherang sebagai bagian dari akses pengalihan untuk kendaraan yang bergerak dari kawasan Cileungsi menuju sisi barat Gunung Putri.
“Sudah kami siapkan akses lingkar timur dan barat. Untuk akses timur menuju barat bisa melalui jalur Cileungsi BPN, Cikuda, Wanaherang, Cicadas hingga Tlajung Udik,” kata Danpos Pengamanan Gunung Putri Dishub Kabupaten Bogor, Adi, Senin, 25 Mei 2026. Artinya, gangguan kendaraan di koridor Cikuda–Wanaherang berpotensi lebih cepat menimbulkan antrean karena ruas tersebut turut menerima pergerakan kendaraan dari jalur pengalihan. Pekerjaan Jembatan Kedep sendiri masih berlangsung hingga September 2026.
Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat mencatat tim Fakultas Teknik Universitas Indonesia melakukan peninjauan pekerjaan penggantian Jembatan Kedep pada Jumat, 18 September 2026. Proyek tersebut berada di ruas Jalan Cileungsi – Cibinong, Kabupaten Bogor.
Dalam kunjungan tersebut, pimpinan rombongan Fakultas Teknik UI, Rossy Armyn Machfudiyanto, menekankan pentingnya keberadaan jembatan tersebut bagi mobilitas masyarakat. “Pelaksanaan penggantian jembatan penting untuk masyarakat di wilayah ini untuk transportasi, untuk perpindahan wilayah,” ujar Rossy, Kamis, 1 Oktober 2026.
Insiden mobil pecah ban pada Rabu pagi ini kembali menunjukkan sensitifnya arus kendaraan di koridor Cikuda–Wanaherang ketika terjadi hambatan di badan jalan. Pengendara yang hendak menuju Wanaherang maupun melintasi kawasan Cikuda diimbau mengantisipasi antrean, menjaga jarak kendaraan, dan berhati-hati ketika melewati titik mobil pengangkut besi yang mengalami pecah ban. Belum diketahui secara pasti berapa lama proses penanganan kendaraan tersebut maupun panjang antrean yang terbentuk. create by Gunawan Suhendar




