MII – Jakarta – Pemerintah belum mengendurkan operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meski sejumlah wilayah mulai memasuki periode awal musim hujan. Sebanyak 2.579 personel Manggala Agni dan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) disiagakan untuk memperkuat penanganan di lapangan. Penanganan karhutla dipusatkan pada enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana mengatakan pemerintah mengedepankan operasi terpadu dengan menggabungkan kekuatan kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, pemegang konsesi, serta masyarakat.

“Pemerintah beserta seluruh unsur yang terlibat bersungguh-sungguh bekerja secara optimal untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, sehingga dampaknya dapat diminimalkan dan situasi dapat ditangani dengan baik,” ujar Brigjen TNI Honi Havana dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta.

Menurutnya, eks Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan pentingnya meninggalkan pola penanganan yang berjalan sendiri-sendiri. Seluruh unsur diminta memadukan kemampuan personel dan peralatan untuk memperkuat efektivitas operasi.

BNPB melaporkan, sepanjang 24–30 September 2026, operasi gabungan berhasil memadamkan 3.736 hektare lahan terbakar. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menjelaskan operasi difokuskan pada lahan gambut, terutama titik api aktif, api bawah permukaan, kawasan dengan potensi penyebaran tinggi, serta wilayah sekitar bandara dan permukiman.

Operasi dilakukan melalui pemadaman darat, patroli udara, water bombing, dan OMC. Di sisi lain, BMKG memperkirakan musim hujan akan datang secara bertahap. Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki menyebut sebagian wilayah mulai memasuki musim hujan pada September dan Oktober, sementara puncak awal musim hujan secara jumlah zona musim diperkirakan berlangsung pada Desember.

“Jadi kalau kita lihat sejalan dengan prediksi awal musim hujan BMKG, Oktober kita masih bergulat dengan karhutla. Mudah-mudahan pada November hujan alami sudah semakin banyak,” ungkap Marjuki. Kementerian Kehutanan juga memperkuat unsur lapangan dengan mengerahkan ribuan personel Manggala Agni. Selain itu, 5.000 ASN disiapkan untuk membantu penanganan.

Di sisi pencegahan, Kemendagri melakukan reviu terhadap regulasi daerah mengenai pembukaan lahan dengan cara dibakar. Hingga 1 Oktober, reviu telah dilakukan di tiga provinsi prioritas. Sementara Polri menjalankan Operasi Aman Nusa II yang mencakup sosialisasi, pengawasan, kesiapsiagaan, serta penegakan hukum.

Dengan seluruh unsur tersebut, pemerintah menegaskan operasi tetap berjalan meskipun curah hujan mulai meningkat. Fokusnya bukan hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah kebakaran baru dan memastikan masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. create by Yulianto