MII – Bogor – Kabupaten Bogor kembali mendapat perhatian internasional menyusul kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Kecamatan Citeureup, Senin (19/10/2026).
Kedatangan Guterres yang disambut Bupati Bogor Rudy Susmanto tersebut menjadi salah satu agenda internasional penting yang berlangsung di Kabupaten Bogor pada Oktober 2026.
Namun, kunjungan ini ternyata memiliki keterkaitan dengan peristiwa serupa yang pernah berlangsung lebih dari satu dekade sebelumnya. Pada 20 Maret 2012, Ban Ki-moon yang ketika itu menjabat sebagai Sekjen PBB juga pernah mendatangi PMPP TNI di kawasan Citeureup.
Artinya, dalam kurun waktu sekitar 14 tahun, dua pemimpin PBB dari periode berbeda telah mengunjungi fasilitas pelatihan perdamaian yang berada di Kabupaten Bogor.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa keterlibatan Kabupaten Bogor dalam agenda internasional tidak hanya terbatas pada kunjungan kenegaraan, tetapi juga berkaitan dengan keberadaan fasilitas strategis yang mendukung kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Rudy Susmanto: Kehormatan bagi Kabupaten Bogor,Bupati Bogor Rudy Susmanto menyambut positif kedatangan António Guterres ke PMPP TNI. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan kehormatan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan Kabupaten Bogor kepada masyarakat internasional.
Rudy menilai Kabupaten Bogor memiliki peluang menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah kegiatan berskala dunia. Selain keberadaan fasilitas strategis, keramahan masyarakat juga menjadi bagian penting dari citra daerah yang ingin ditampilkan. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan selama proses pengamanan dan pengaturan lalu lintas berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor atas dukungan dan pengertiannya. Kami memahami bahwa pengaturan lalu lintas di beberapa wilayah mungkin berdampak pada kenyamanan aktivitas masyarakat. Namun, ini menjadi sebuah kebanggaan karena Kabupaten Bogor mendapat kehormatan dikunjungi oleh Sekretaris Jenderal PBB,” ujar Rudy Susmanto, Senin (19/10/2026).
Rudy berharap agenda tersebut dapat memperlihatkan wajah Kabupaten Bogor sebagai daerah yang terbuka, ramah dan mampu mendukung penyelenggaraan kegiatan internasional.
Jejak Ban Ki-moon di Citeureup pada 2012 Kunjungan Guterres bukanlah peristiwa pertama yang menghubungkan PMPP TNI dengan pimpinan tertinggi PBB.
Pada Selasa (20/3/2012), Ban Ki-moon mendatangi fasilitas pelatihan perdamaian Indonesia di kawasan Citeureup. Ketika itu, Ban Ki-moon hadir bersama istrinya, Ban Soon-taek, serta delegasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kedatangannya diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Agenda tersebut berlangsung ketika kawasan pusat pelatihan perdamaian Indonesia masih dalam tahap pengembangan.
Dalam kunjungannya, Ban Ki-moon mendapatkan penjelasan mengenai fasilitas PMPP TNI dan kontribusi prajurit Indonesia dalam berbagai misi perdamaian internasional.
Ia juga menyampaikan pandangan mengenai tantangan yang dihadapi operasi penjaga perdamaian dunia. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama Presiden Yudhoyono.
Selain itu, rombongan menyaksikan demonstrasi kemampuan prajurit yang mencakup evakuasi medis, patroli, peran pasukan zeni hingga pengaturan lalu lintas dalam situasi operasi.
Dokumentasi kunjungan tersebut tercatat dalam arsip Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.PMPP TNI Berkembang Menjadi Fasilitas Strategis Keberadaan PMPP TNI di Citeureup memiliki perjalanan panjang dalam mendukung kesiapan pasukan Indonesia sebelum menjalankan penugasan internasional.
Pada masa kunjungan Ban Ki-moon tahun 2012, pengembangan fasilitas pendidikan dan pelatihan perdamaian masih terus dilakukan. Dua tahun kemudian, tepatnya Senin (7/4/2014), kompleks Indonesia Peace and Security Center atau IPSC diresmikan. Kawasan tersebut kemudian berkembang menjadi pusat kegiatan strategis yang berhubungan dengan pendidikan, pelatihan dan kerja sama keamanan.
Selain PMPP TNI, kawasan IPSC juga mencakup berbagai fasilitas pendukung, termasuk pendidikan pertahanan, pelatihan penanggulangan bencana dan penanggulangan terorisme. Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut memberikan posisi tersendiri bagi Kabupaten Bogor dalam mendukung berbagai agenda nasional dan internasional.
Khusus PMPP TNI, fasilitas tersebut berperan dalam mempersiapkan personel yang akan membawa nama Indonesia dalam operasi penjaga perdamaian.
Indonesia Termasuk Penyumbang Personel Terbesar PBB
Dalam kunjungan terbarunya, António Guterres menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian.
Menurut data PBB yang disampaikan dalam agenda tersebut, hampir 2.000 personel berseragam Indonesia tengah menjalankan tugas pada tujuh operasi penjaga perdamaian di berbagai wilayah dunia.
Indonesia juga menempati peringkat keenam sebagai salah satu negara dengan kontribusi personel terbesar. “Indonesia, sebagai negara penyumbang personel terbesar keenam bagi misi penjaga perdamaian PBB, memiliki peran penting dalam hal ini,” ujar António Guterres, Senin (19/10/2026).
Kontribusi tersebut mencakup berbagai penugasan yang bertujuan mendukung stabilitas keamanan, melindungi masyarakat sipil dan membantu menciptakan kondisi yang memungkinkan proses perdamaian berlangsung.
Keberadaan PMPP TNI di Kabupaten Bogor menjadi salah satu unsur penting dalam mempersiapkan personel Indonesia sebelum menghadapi tantangan di wilayah konflik. Dengan demikian, aktivitas yang berlangsung di Citeureup memiliki keterkaitan langsung dengan tanggung jawab Indonesia di tingkat internasional.
Pasukan untuk Afrika Tengah Dipersiapkan di Citeureup
Salah satu agenda penting dalam kunjungan Guterres adalah pertemuan dengan personel Indonesia yang tengah mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas dalam misi PBB di Republik Afrika Tengah.
Misi tersebut dikenal sebagai MINUSCA. Operasi MINUSCA bertujuan mendukung stabilitas keamanan, perlindungan warga sipil serta proses perdamaian di negara yang masih menghadapi berbagai tantangan konflik.
Guterres menegaskan bahwa keterlibatan personel Indonesia memiliki arti penting bagi keberhasilan misi tersebut. “Misi Anda akan menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa kita dapat sepenuhnya mewujudkan stabilitas di Republik Afrika Tengah,” ujar António Guterres, Senin (19/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap latihan yang dijalani prajurit sebelum keberangkatan bukan sekadar persiapan teknis. Personel yang diberangkatkan akan menghadapi tanggung jawab besar di wilayah yang memiliki risiko keamanan tinggi. Mereka dituntut mampu menjalankan tugas profesional sekaligus menjaga nama baik Indonesia dalam misi internasional.
Guterres Beri Penghormatan kepada Prajurit yang Gugur
Kunjungan Sekjen PBB juga diwarnai agenda penghormatan terhadap personel Indonesia yang kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas perdamaian.
PBB sebelumnya menjadwalkan penghormatan bagi 50 personel penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur selama menjalankan penugasan. Dalam sambutannya pada Senin (19/10/2026), Guterres secara khusus mengenang empat personel Indonesia yang baru-baru ini gugur saat bertugas di Lebanon.
Penghormatan dilakukan melalui peletakan karangan bunga. Momentum tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi Indonesia dalam operasi penjaga perdamaian tidak terlepas dari pengorbanan para personelnya.
Di balik setiap penugasan, terdapat prajurit yang harus meninggalkan keluarga untuk menjalankan mandat di wilayah yang menghadapi ketegangan dan ancaman keamanan.
Karena itu, kehadiran Guterres di Citeureup juga menjadi bentuk pengakuan terhadap pengabdian personel Indonesia. Hambalang Jadi Lokasi Pertemuan Prabowo dan Guterres Sebelum mengunjungi PMPP TNI, António Guterres terlebih dahulu menjalani agenda bersama Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan berlangsung di kediaman Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu (18/10/2026).
Kedatangan Guterres disambut dalam suasana hangat. Sejumlah anak yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah Indonesia turut hadir dalam penyambutan.
Setelah itu, Prabowo dan Guterres melaksanakan pertemuan bilateral bersama delegasi masing-masing. Pembicaraan keduanya mencakup sejumlah persoalan internasional, mulai dari penguatan kerja sama multilateral, situasi Palestina hingga perubahan iklim.
Agenda tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Bogor dalam dua hari berturut-turut menjadi lokasi kegiatan penting yang melibatkan pimpinan tertinggi PBB.
Pada Minggu, pertemuan berlangsung di Hambalang. Sementara pada Senin, Guterres melanjutkan kunjungan ke fasilitas pelatihan perdamaian di Citeureup.
Pengamanan Kunjungan Berpengaruh pada Lalu Lintas Kehadiran tamu internasional dengan pengamanan khusus turut memengaruhi aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan Kabupaten Bogor.
Selama rangkaian kunjungan berlangsung, petugas melakukan pengaturan arus kendaraan secara situasional. Sejumlah ruas jalan yang dilalui rombongan mendapatkan perhatian khusus untuk mendukung keamanan dan kelancaran perjalanan.
Kondisi tersebut berpotensi membuat sebagian pengguna jalan mengalami perubahan waktu tempuh atau penyesuaian rute. Rudy Susmanto memahami bahwa pengaturan tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan warga yang telah memberikan pengertian selama kegiatan berlangsung.
Menurut Rudy, partisipasi masyarakat ikut menentukan kesuksesan Kabupaten Bogor dalam menyambut agenda internasional. Citeureup Sudah Lama Terhubung dengan Kerja Sama InternasionalKeberadaan pusat pelatihan perdamaian di Kabupaten Bogor tidak hanya terlihat ketika pemimpin dunia melakukan kunjungan.
Sejak beberapa tahun lalu, PMPP TNI telah menjadi lokasi berbagai program latihan yang melibatkan peserta dari sejumlah negara. Salah satunya kegiatan Garuda Canti Dharma pada 2014 yang berkaitan dengan Global Peace Operations Initiative.
Kegiatan tersebut mencakup latihan staf, seminar dan simulasi lapangan untuk memperkuat kesiapan personel dalam menjalankan misi perdamaian.
Latihan internasional menjadi salah satu sarana meningkatkan kemampuan koordinasi dan kerja sama antarpersonel yang nantinya dapat bertugas bersama dalam operasi PBB.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa hubungan Citeureup dengan dunia internasional telah berlangsung dalam jangka panjang.
Kunjungan Guterres pada Oktober 2026 kembali mengangkat keberadaan fasilitas itu ke perhatian publik.
Perhatian Internasional Punya Makna Lebih Luas
Bagi Pemerintah Kabupaten Bogor, kehadiran Sekjen PBB menjadi kesempatan memperkenalkan daerah kepada dunia.
Namun dampak kunjungan internasional tidak seharusnya hanya dipandang dari sisi popularitas daerah.
Ada kontribusi yang lebih nyata melalui keberadaan fasilitas pelatihan perdamaian.
Dari kompleks PMPP TNI, personel Indonesia memperoleh persiapan sebelum diterjunkan menuju wilayah konflik dan penugasan kemanusiaan.
Kegiatan tersebut turut mendukung komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional.
Karena itu, perhatian dunia terhadap Kabupaten Bogor memiliki hubungan dengan fungsi strategis fasilitas yang berada di wilayahnya.
Kunjungan Guterres menjadi pengingat bahwa daerah ini tidak hanya dikenal melalui pariwisata, kekayaan alam atau pertumbuhan kawasan perkotaan.
Kabupaten Bogor juga memiliki peran sebagai lokasi pendukung salah satu kontribusi penting Indonesia di tingkat global.
Dua Kunjungan, Satu Jejak Sejarah Perdamaian
Kehadiran Ban Ki-moon pada Maret 2012 dan António Guterres pada Oktober 2026 menjadi dua catatan penting bagi perjalanan PMPP TNI di Citeureup.
Keduanya datang pada masa yang berbeda.
Ban Ki-moon mengunjungi fasilitas tersebut ketika kawasan pusat pelatihan perdamaian masih terus dikembangkan.
Sementara Guterres datang setelah fasilitas itu digunakan selama bertahun-tahun untuk mendukung kesiapan pasukan Indonesia.
Perjalanan panjang tersebut memperlihatkan perkembangan peran Citeureup dalam mendukung misi perdamaian internasional.
Bagi Rudy Susmanto, kunjungan terbaru menjadi kehormatan sekaligus kesempatan memperlihatkan Kabupaten Bogor sebagai daerah yang ramah terhadap tamu dunia.
Namun di balik penyambutan itu, terdapat sejarah yang lebih besar.
Dari kawasan Citeureup, personel Indonesia terus dipersiapkan untuk menjalankan tanggung jawab di berbagai wilayah konflik.
Mereka berangkat membawa mandat perdamaian, sekaligus nama Indonesia.
Karena itu, Kabupaten Bogor bukan semata-mata tempat yang pernah dikunjungi dua Sekjen PBB.
Daerah ini juga menjadi salah satu lokasi penting dalam perjalanan Indonesia mendukung upaya menjaga perdamaian dunia.create by Gunawan Suhnedar




