MII – Depok – Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di Jalan Aster Raya, Limo, Cinere, Kota Depok, yang telah beroperasi lama kini ditutup warga menggunakan portal jalan. Pengamatan Kompas.com di lokasi, Selasa (27/8/2024), saat memasuki Jalan Aster Raya, terdapat sekitar enam truk pengangkut sampah yang terparkir dalam barisan di sisi kiri jalan. Tumpukan sampah di dalam mobil yang didominasi kantong plastik hitam itu masih tersusun rapi dengan tali pengikat untuk mencegah sampah berceceran. Sekitar 60 meter dari jalan utama, terdapat bangunan kecil berwarna hijau.
Di sana, dipasang sebuah spanduk putih yang menyatakan keinginan sejumlah kelompok warga untuk menutup permanen TPS liar itu.
Spanduk tersebut bertuliskan, “Kami mendukung penutupan permanen TPA liar Kecamatan Limo, yang melanggar UU 32/2009, Perda 5/2014, dan Perda 1/2015”. Spanduk itu dibuat oleh Forum Warga Terdampak TPA Liar Kecamatan Limo yang terdiri dari perwakilan warga Kota Depok dan warga Kota Tangerang Selatan. Tepat di depan bangunan hijau itu, terpasang portal jalan putih yang tampak masih baru. Portal tersebut menghalangi sepenuhnya jalan yang menjadi akses menuju titik pembuangan sampah.
Baihaqi, petugas keamanan lahan menyampaikan, pemasangan portal dilakukan bersama warga terdampak pada Sabtu (24/8/2024) lalu. “Hari Sabtu kemarin pemasangan portalnya,” ucap Baihaqi saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (27/8/2024). Baihaqi mengungkapkan, aksi ini dilakukan karena beberapa warga mengalami ISPA akibat TPS liar ini. “Kalau dari warga, kita juga sering berkoordinasi dengan warga, itu sudah ada korban terdampak dari sampah tersebut yaitu penyakit ISPA itu,” ungkap Baihaqi.
Warga yang terdampak adalah mereka yang tinggal tepat di sekitar lahan TPS liar dan tergabung dalam kelompok warga terdampak. “Kebetulan juga ada yang kena dampak tersebut dari warga sekitaran (lahan), terutama warga yang terdampak sampai ada yang seperti itu,” tutur Baihaqi. Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp.create by Syaifudin




