MII – Bogor – Para Kepala Desa meminta adanya kenaikan biaya operasional dalam melaksanakan pembangunan dari Bantuan Keuangan atau bankeu insfrastruktur desa.
Pasalnya, bankeu infrastruktur desa sebesar 5 persen dirasa minim, dari total anggaran rata-rata senilai Rp 1 miliar dari APBD Kabupaten Bogor tersebut.
Camat Megamendung Ridwan mengatakan, adanya kenaikan bankeu infrastruktur desa pada program yang dikenal samisade (satu miliar satu desa) Bogor itu, merupakan permintaan dari para kepala desa di wilayahnya.
“Karena aspirasi ini berasal dari mereka, kami pihak kecamatan memiliki kewajiban untuk menyampaikan aspirasi ini ke Pemkab Bogor,” ujarnya saat menghadiri kick off bankeu infrastruktur di Desa Gadog, Megamendung, Rabu (2/10).
Menurutnya, penambahan biaya operasional memang dibutuhkan selama pelaksanaan pembangunan infrastruktur.Selain agar lebih semangat dalam pengawasan, perangkat desa juga menjadi lebih bertanggungjawab akan keberhasilan pembangunan melalui bankeu tersebut.
“Sementara untuk wilayah Megamendung, kucuran anggaran Bankeu infrastruktur desa tahun 2024 tahap pertama sudah selesai di seluruh desa,” jelasnya.Di tempat yang sama, Kepala Desa Gadog, Dedi Junaedi menuturkan bahwa pihaknya menggunakan bankeu tahun ini untuk wilayah yang belum tersentuh pembangunan.
“Kami manfaatkan untuk pembangunan jalan lingkungan, dan Tebing Penahan Tanah (TPT) di RW 02 dan 06. Ini penting karena merupakan akses menuju wilayah pertanian dan kampung yang terisolir,” tutur Dedi.Terkait biaya operasional, dia mengaku bahwa 5 persen dinilai sangat minim untuk menunjang pengawasan pembangunan.
“Harapan kami sebagai kepala desa, ada kenaikan biaya operasional pada tahun 2025, sehingga kami bisa lebih leluasa juga dalam melakukan perencanaan,” ucapnya.create by Gunawan Suhendar




