MII – Bogor – Calon Wali Kota Bogor nomor urut 3, Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin belakangan jadi sasaran target kampanye negatif atau black campaign.
Black campaign itu disampaikan di akun media sosial beberapa hari terakhir. Merespon hal tersebut, Tim Advokasi dan Hukum Dedie Rachim – Jenal angkat bicara.
Roy Sianipar, Komandan Advokasi & Hukum Dedie-Jenal mengatakan informasi yang menyebutkan Dedie Rachim terlibat korupsi Jembatan Otista adalah berita bohong.
“Berita itu 1000% Hoax atau tidak benar dan merupakan fitnah karena sudah pasti tidak didasari dengan bukti bukti dan fakta,” katanya lewat keterangan tertulis.
Dia menyebut berita itu merupakan bagian dari skenario politik kotor berupa black campaign.
Ini sengaja dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dan menginginkan pilkada Kota Bogor tidak kondusif dan aman.
“Kami meyakini Warga Kota Bogor sangat percaya bahwa berita tersebut adalah fitnah keji dan bagian dari pembunuhan karakter Pak Dedie Rachim,” sebutnya.
Ia juga percaya warga Kota Bogor sudah mengenal Dedie Rachim sebagai pribadi bersih, sederhana, sahabat semua golongan.
Serta anti korupsi sesuai latar belakangnya yang pernah mengabdi di komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) selama 13 Tahun.
Roy pun mendorong KPU dan Bawaslu Kota Bogor untuk berperan aktif untuk mensosialisasikan kampanye hitam dilarang.Sebab, berita bohong ini sangat merusak sendi-sendi kehidupan demokrasi di Kota Bogor.create by Gunawan Suhendar




