MII – Bogor – Konflik antara siswa dan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, yang sempat menjadi sorotan publik, akhirnya berujung damai. Perselisihan yang dipicu oleh pelanggaran aturan merokok di lingkungan sekolah itu diselesaikan secara kekeluargaan setelah difasilitasi langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni. Kamis (16/10/25)
Kedua pihak, yakni Indra selaku siswa dan Dini Pitria selaku Kepala Sekolah, sepakat untuk saling memaafkan dan tidak memperpanjang permasalahan.
Pertemuan mediasi berlangsung di ruang kerja Gubernur Banten, Kota Serang, “Saya sudah memaafkan Ibu Kepala Sekolah. Saya juga sadar telah melakukan kesalahan dengan merokok di sekolah,” ujar Indra dengan tulus.
Ia menambahkan bahwa dirinya berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi dan berharap seluruh siswa SMAN 1 Cimarga dapat kembali fokus belajar serta menjaga suasana kondusif di sekolah.
“Semoga kejadian seperti ini tidak terulang. Saya ingin teman-teman tetap semangat belajar dan menghormati guru,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Pitria, juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
Ia mengaku sempat khilaf dalam menegur siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah, meski niatnya adalah untuk menanamkan kedisiplinan dan membentuk karakter siswa.
“Saya sudah memaafkan Indra. Saya menyadari mungkin cara saya menegur kurang tepat. Namun, niat saya hanya ingin mendidik dengan kasih sayang agar anak-anak memiliki karakter yang baik,” ungkap Dini.
Dini mengisahkan bahwa dirinya sempat terkejut ketika menerima panggilan mendadak dari Sekretaris Daerah ( Sekda ) Banten, Deden Apriyandi, pada Selasa malam (14/10/25).
Awalnya, ia mengira akan menerima sanksi atas tindakannya dalam menegakkan disiplin di sekolah. Namun ternyata, dirinya justru dipertemukan dengan sang siswa dan Gubernur Banten dalam suasana yang penuh kehangatan.
“Malam itu saya ditelepon Pak Sekda untuk datang ke kantor Gubernur. Saya kira akan diberi hukuman, tapi ternyata saya diajak bicara baik-baik dan dipertemukan dengan Indra. Semuanya berjalan dengan penuh kekeluargaan,” jelas Dini.
Dengan adanya perdamaian ini, Gubernur Banten berharap kasus tersebut menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, baik tenaga pendidik maupun siswa, agar dapat saling menghormati dan menjaga suasana belajar yang positif di sekolah. Pemerintah Provinsi Banten juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pendidikan yang berkarakter dan humanis di seluruh wilayahnya. create by Gunawan Suhendar




