MII – Bogor – Kelebihan kapasitas yang parah di Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ) Kelas IIA Paledang, Kota Bogor, membuat rencana pembangunan gedung Lapas baru kini tak bisa lagi ditunda. Pemerintah Kota Bogor bersama Kementerian Hukum dan HAM tengah mematangkan rencana pembangunan fasilitas baru tersebut untuk mengatasi masalah overkapasitas yang sudah berlangsung cukup lama. Kamis (16/10/25)

Kepala Lapas Kelas IIA Bogor, Raden Budiman Priyatna, mengungkapkan bahwa kondisi di Lapas Paledang saat ini sudah jauh melebihi daya tampung ideal.

“Kapasitas Lapas Paledang hanya untuk 300 orang, tapi saat ini dihuni sekitar 780 warga binaan. Situasinya sudah sangat padat dan butuh solusi segera,” jelas Budiman.

Menurutnya, lahan untuk pembangunan Lapas baru sebenarnya sudah tersedia. Pemerintah Kota Bogor telah menghibahkan sebidang tanah seluas 2,8 hektare di kawasan Pasir Jambu, dekat dengan Stasiun Cilebut.

“Lahan tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Kota Bogor pada tahun 2023. Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini karena menjadi langkah awal yang penting untuk mengatasi persoalan overkapasitas,” ujar Budiman.

Rencananya, Lapas baru ini akan dibangun dengan konsep modern dan lebih manusiawi, baik dari segi tata ruang, fasilitas pembinaan, maupun sistem keamanan.

Dengan kapasitas yang lebih besar, gedung baru ini diharapkan dapat menampung warga binaan secara layak serta mendukung program rehabilitasi dan pembinaan agar lebih efektif.

Pemerintah juga menegaskan bahwa pembangunan Lapas baru ini menjadi prioritas, mengingat kondisi Paledang yang sudah tidak memungkinkan untuk menampung penghuni tambahan.

Selain itu, lokasi di Pasir Jambu dinilai strategis karena mudah dijangkau namun tetap cukup jauh dari pusat keramaian kota.

Dengan adanya Lapas baru nanti, diharapkan beban di Lapas Paledang dapat berkurang secara signifikan, sehingga proses pembinaan narapidana bisa berjalan lebih optimal dan manusiawi. create by Gunawan Suhendar