MII – Jakarta – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat ( Kadispenad ) Kolonel Inf Donny Pramono menjelaskan fungsi Batalion Teritorial Pertempuran yang akan dibangun hingga 750 batalion hingga tahun 2029 mendatang. Menurutnya Batalion Teritorial Pertempuran ini memiliki dua fungsi utama, yaitu fungsi tempur dan fungsi teritorial.
“Artinya, selain memiliki kemampuan tempur untuk menghadapi ancaman militer, satuan ini juga berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Donny di Jakarta, Senin (3/11/25).
Lebih lanjut Donny membenarkan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ( Kemenko Polkam ) tengah membahas peningkatan kekuatan TNI dari tiga matra.
Ia mengatakan pembahasan konsep Optimum Essential Force ( OEF ) yang di dalamnya juga memuat rencana penambahan satuan Batalion Teritorial Pertempuran, merupakan bagian dari kajian antarkementerian dan lembaga yang masih berjalan.
“Pada prinsipnya, TNI Angkatan Darat akan menyesuaikan langkahnya dengan kebijakan nasional dan keputusan pimpinan tertinggi negara,” jelas Donny.
Saat ini kata Donny telah terbentuk sebanyak 105 Batalion Teritorial Pembangunan ( YTP ). Tahun depan direncanakan akan dibangun lagi batalion baru dengan memanfaatkan lahan milik TNI AD.
“Prosesnya akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan koordinasi antara Kementerian Pertahanan, Pemerintah Daerah, ATR / BPN, dan Perhutani, tentunya disesuaikan pula dengan ketersediaan anggaran,” kata Donny.
Adapun gelar satuan di berbagai kabupaten/kota ini sejalan dengan Doktrin Pertahanan Negara, yang menganut sistem pertahanan semesta. Penempatannya pun disesuaikan dengan kebutuhan strategis pertahanan dan pemerataan pembangunan. create by Yulianto




