MII – Bogor – Sebuah unggahan yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa bisnis dapur program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) disebut – sebut sebagai salah satu peluang usaha paling menguntungkan saat ini. Dalam unggahan tersebut, disebutkan adanya penawaran pembangunan satu dapur SPPG dengan nilai investasi cukup besar dan potensi keuntungan yang diklaim fantastis. Dalam narasi yang beredar, biaya untuk membangun satu dapur standar MBG disebut mencapai sekitar Rp 1,6 miliar. Senin (9/2/26)

Sementara itu, keuntungan bersih yang dijanjikan diklaim bisa mencapai Rp 150 juta per 10 hari operasional, dengan catatan keuntungan tersebut disebut sebagai keuntungan bersih. Namun hingga kini, klaim tersebut belum disertai penjelasan rinci mengenai skema bisnis, perhitungan biaya operasional, sumber pendanaan, maupun kejelasan kontrak kerja sama dengan pemerintah.

Tidak dijelaskan pula apakah keuntungan tersebut sudah memperhitungkan biaya bahan baku, tenaga kerja, logistik, pajak, hingga risiko operasional. Sejumlah pengamat menilai, informasi semacam ini perlu disikapi secara kritis agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Program MBG pada dasarnya merupakan kebijakan publik yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi, bukan skema investasi bebas yang menjanjikan keuntungan instan. “Setiap klaim keuntungan dalam proyek yang berkaitan dengan program pemerintah harus dikaji secara transparan dan berbasis dokumen resmi,” ujar seorang pengamat kebijakan publik.

Masyarakat yang tertarik untuk terlibat dalam penyediaan dapur MBG diimbau memastikan seluruh informasi berasal dari sumber resmi, memiliki dasar hukum yang jelas, serta dilengkapi perhitungan bisnis yang realistis.

Tanpa kejelasan tersebut, klaim keuntungan besar berpotensi menyesatkan dan menimbulkan risiko kerugian. Pemerintah sendiri berulang kali menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG harus mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas, bukan semata-mata orientasi profit. create by Gunawan Suhendar