MII – Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti perlunya langkah penghematan nasional sebagai respons terhadap situasi global yang semakin tidak menentu, terutama setelah konflik di Timur Tengah berdampak pada lonjakan harga energi dunia. Presiden mencontohkan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Pakistan, yang memotong gaji anggota kabinet serta anggota parlemen untuk menghemat anggaran negara.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kebijakan besar efisiensi nasional yang bertujuan mengalihkan dana negara untuk membantu masyarakat yang paling terdampak oleh krisis ekonomi. “Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR. Hasil penghematannya kemudian dikumpulkan dan dialihkan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan,” kata Presiden Prabowo Subianto. Sabtu (14/3/26)

Selain pemotongan gaji pejabat, Pakistan juga menerapkan sejumlah kebijakan penghematan lain, termasuk membatasi penggunaan bahan bakar minyak ( BBM ) untuk kendaraan pemerintah, menghentikan pembelian kendaraan dan perabotan kantor, serta menunda perjalanan dinas ke luar negeri. Kebijakan efisiensi bahkan menyentuh pola kerja aparatur negara. Pemerintah Pakistan menerapkan sistem kerja dari rumah bagi sebagian pegawai serta mempersingkat hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.Langkah-langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap meningkatnya harga minyak dunia setelah jalur strategis energi global di Selat Hormuz ditutup.

Prabowo menilai berbagai kebijakan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia untuk mengantisipasi dampak ekonomi global.“Semua kantor pemerintah maupun swasta 50 persen kerja dari rumah, hari kerja dipotong menjadi empat hari,” ungkap Prabowo.“Saya kira kita juga harus upayakan melakukan penghematan,” tegasnya. craete by Yulianto