MII – Solok – Pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan prajurit Zeni Angkatan Darat. Kali ini, prajurit Batalion Zeni Konstruksi 12 Karana Jaya ( Yonzikon 12 / KJ ) berhasil membangun kembali akses transportasi di wilayah terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra.
Kepada wartawan Selasa (7/4/26), Komandan Yonzikon 12/ KJ, Letkol Czi I Made Dwi Bagus Yudistira mengatakan bencana yang dipicu hujan deras tersebut sebelumnya telah melumpuhkan distribusi logistik dan aktivitas warga akibat robohnya jembatan utama serta terputusnya akses jalan.
“Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat, Mayor Jenderal TNI Budi Hariswanto, mengambil kebijakan cepat dengan menerjunkan personel ahli konstruksi ke lokasi bencana.
Total sebanyak 80 personel Yonzikon 12 / KJ dikerahkan untuk membangun jembatan Bailey tipe 2-1. Operasi ini dibagi ke dalam tiga tim teknis yang dipimpin oleh Kapten Czi Utami, Letda Czi Novan Mulyo Santoso, dan Letda Czi Panji Satria Altri.

”Tantangan medan dan cuaca memang cukup dinamis, namun disiplin dan ketelitian prajurit menjadi kunci utama. Kami fokus agar jembatan ini segera fungsional demi kepentingan masyarakat,” kata Letkol Czi Made Yudistira.
Sebanyak empat titik jembatan dengan bentang panjang antara 21 hingga 39 meter berhasil dirampungkan hanya dalam waktu satu minggu. Jembatan-jembatan tersebut tersebar di wilayah strategis Kabupaten Solok dan Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
“Keberhasilan pembangunan ini diakui tidak lepas dari peran aktif masyarakat setempat. Semangat gotong royong terlihat nyata saat warga bahu-membahu bersama prajurit dalam mengangkut material dan menyiapkan lokasi pembangunan. Dukungan logistik sederhana dari warga menjadi penyemangat tersendiri bagi para personel di lapangan,” kata Letkol Czi Made Yudistira

Lebih lanjut ia berharap berdirinya jembatan Bailey ini membawa dampak instan bagi kehidupan sosial-ekonomi warga. Akses pendidikan bagi anak sekolah kini kembali normal, petani dapat kembali menyalurkan hasil buminya, dan roda ekonomi yang sempat tersendat mulai bergerak dinamis.
“Jembatan yang dibangun oleh Yonzikon 12 / KJ ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol kuat kembalinya harapan bagi masyarakat Ranah Minang untuk menata masa depan pascabencana,” tutup Letkol Czi Made Yudistira. create by Fadly Muhar




