MII – Pringsewu – Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila melakukan inspeksi mendadak ( sidak ) ke gedung sarang burung walet yang terletak di belakang Pendopo, Lingkungan 1, Kelurahan Pringsewu Selatan, pada Kamis (23/4/26).
Sidak ini dilakukan menyusul keluhan warga mengenai bau menyengat yang diduga berasal dari bangkai kelelawar. Menurut laporan, aroma tidak sedap tersebut menyebar hingga radius sekitar 500 meter, mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.
Dalam sidak tersebut, Umi didampingi oleh sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Ali Subagio; Kepala DPMPTSP, A. Handri Yusuf; Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup; Camat Pringsewu, Cristianto Sani; Lurah Pringsewu Selatan; serta aparat setempat, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
“ Kami menerima laporan dari masyarakat mengenai bau bangkai yang menyengat. Setelah kami cek, ternyata di dalam gedung walet yang baru mulai dieksekusi beberapa hari lalu, ditemukan puluhan ribu bangkai kelelawar,” ujar Umi.
Ia menegaskan bahwa pengusaha walet di Pringsewu harus bertanggung jawab terhadap operasional usahanya, terutama untuk bangunan yang sudah tidak lagi produktif. “Saya minta agar pengusaha walet yang tidak produktif segera memperbaiki izin dan menangani dampak yang ditimbulkan. Jangan sampai masyarakat protes atau menuntut kompensasi,” tegasnya.
Umi juga memberikan tenggat waktu bagi pengelola gedung untuk segera membersihkan dan mengubur bangkai kelelawar guna mencegah bau yang semakin parah. “Kami beri deadline hari ini untuk pembersihan. Jika ini dibiarkan, dampaknya akan semakin luas. Ke depan, seluruh gedung walet yang tidak produktif akan kami evaluasi,” tambahnya.
Kasus ini, menurut Umi, menjadi peringatan bagi para pelaku usaha walet di Pringsewu agar lebih memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan lingkungan, serta kepatuhan terhadap perizinan untuk menjaga kenyamanan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pringsewu Ulin Noha menyatakan bahwa penanganan awal telah dilakukan bersama lintas instansi. “Pembersihan sudah dilakukan, dan Dinas Kesehatan juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi,” jelas Ulin melalui pesan singkat.
Berdasarkan informasi dari aparat setempat, proses evakuasi bangkai kelelawar masih berlangsung. Sehari sebelumnya, sebanyak 15 karung bangkai telah diangkut, dan pada hari ini ditemukan lagi 15 karung bangkai.
Diperkirakan masih ada sekitar 50 karung bangkai yang belum dikeluarkan dari dalam gedung. Gedung walet tersebut memiliki tinggi sekitar 20 meter dengan empat lantai, yang diduga menjadi lokasi penumpukan bangkai dalam waktu yang cukup lama. create by Fadly Muhar




