MII – Banda Aceh – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat ( PKM ) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( FKIP ) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan program strategis bertajuk “Penguatan Literasi Mitigasi Bencana dan Ketahanan Sanitasi melalui Pendekatan Multi-Grade Lintas Generasi” dan berlangsung sukses di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Sabtu (2/5/26).
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr Mudayat MPd dan menghadirkan tim ahli lintas disiplin untuk memastikan program berjalan secara komprehensif, mulai dari aspek kurikulum hingga implementasi lapangan. Para anggota tim yakni Dr Andayani MEd ( Pakar Kurikulum ), Dr Tepati Hak Kewajiban MPd ( Pakar Media Pembelajaran ), Drs Ichwan MPd ( Pakar Pendidikan Kewarganegaraan ), Drs Elang Krisnadi MPd ( Pakar Pendidikan ), Muhammad Adji Baihaqi ( Mahasiswa UT ), serta perwakilan lainnya dari UT Aceh yakni M Daud Sos MSi dan Putri.
Fokus utama tim adalah menciptakan ketahanan desa melalui tiga titik pantau meliputi Puskesmas Pembantu ( Pustu ) dan Kantor Datok Penghulu. Tim mengevaluasi kesiapan infrastruktur publik terhadap bencana serta memberikan rekomendasi perbaikan fasilitas sanitasi yang sehat dan tahan lama. Kemudian Masjid Baitul Makmur, menjadi pusat edukasi lintas generasi, di mana warga dibekali pemahaman praktis mengenai tindakan preventif saat menghadapi potensi bencana di wilayah Sekerak.
Ketua Tim, Dr Mudayat MPd menegaskan, keterlibatan para tim ini menunjukkan keseriusan FKIP-UT dalam memajukan pendidikan di daerah terpencil. “Kami tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi membawa ilmu melalui para pakar kurikulum, media pembelajaran, dan pendidikan. Harapan kami, literasi mitigasi dan sanitasi ini menjadi budaya baru di Desa Sekumur yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya kepada Serambi, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan indeks keamanan dan kesehatan Desa Sekumur secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran UT dalam pengabdian masyarakat berbasis keahlian akademik. Dikatakan, sesuai amanat Rektor, Universitas Terbuka harus menjadi pelopor dalam pengabdian yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
“Kami hadir di Desa Sekumur untuk memastikan bahwa literasi mitigasi bencana dan ketahanan sanitasi menjadi bagian dari ketangguhan warga desa dalam menghadapi tantangan geografis yang ada,” tegas Dr Mudayat.
Adapun aksi nyata tim di lapangan yakni, melakukan peninjauan mendalam di beberapa titik vital seperti melakukan asesmen terhadap infrastruktur publik pada Pustu dan Kantor Datok Penghulu, untuk memberikan rekomendasi penguatan sanitasi yang tahan bencana. Kemudian melakukan edukasi religi dan sosial bertempat di Masjid Baitul Makmur, tim melakukan pendekatan lintas generasi untuk menanamkan budaya siaga bencana yang selaras dengan nilai-nilai lokal.
Melalui integrasi visi misi universitas dengan kebutuhan lokal, FKIP UT berharap Desa Sekumur dapat menjadi model desa tangguh bencana di Aceh Tamiang. Semangat Rektor UT, Prof Ali Muktiyanto dalam pengelolaan sumber daya yang berdaya guna tercermin dalam efektivitas bantuan dan edukasi yang diberikan oleh tim di lapangan.
“Kegiatan ini menegaskan posisi Universitas Terbuka bukan hanya sebagai institusi pendidikan jarak jauh, tetapi sebagai mitra pembangunan yang hadir langsung menyentuh lini kehidupan masyarakat yang paling membutuhkan,” tutup Dr Mudayat. create by Ahmad Fauzan




