MII – Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan dukungan terhadap rencana pelibatan Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) dalam memberikan pembekalan nasionalisme bagi calon penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ( LPDP ).
Ia menilai langkah tersebut sebagai bagian dari strategi penting untuk menjaga komitmen kebangsaan para pelajar Indonesia yang akan menempuh pendidikan di luar negeri. Menurut Cucun, penguatan nilai-nilai nasionalisme menjadi fondasi yang tidak kalah penting dibandingkan capaian akademik.
Ia mengemukakan para penerima LPDP tidak hanya diharapkan menjadi individu yang unggul secara intelektual di tingkat global, tetapi juga memiliki kesadaran kuat untuk kembali dan berkontribusi bagi pembangunan nasional. “Nasionalisme itu mau ditanamkan kepada setiap penerima LPDP oleh siapapun juga, mau dari BPIP, mau TNI, saya setuju,” ujar Cucun saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan.
Ia menambahkan penanaman nilai kebangsaan tidak harus dimonopoli oleh satu lembaga tertentu. Selama tujuannya untuk memperkuat rasa tanggung jawab terhadap negara, berbagai institusi, baik sipil maupun militer, dapat berperan aktif dalam proses pembekalan tersebut.
Cucun juga menyoroti pentingnya kesadaran moral para awardee terhadap sumber pembiayaan pendidikan mereka. Menurutnya, beasiswa LPDP bukanlah fasilitas gratis, melainkan investasi negara yang berasal dari pajak rakyat. Oleh karena itu, setiap penerima memiliki tanggung jawab untuk memberikan timbal balik berupa kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Yang pasti alumni LPDP ini harus tahu, ini kan mereka diberangkatkan ke sana dibiayai oleh negara, dibiayai oleh rakyat, maka harus ingat kembali ke Indonesia untuk membangun bangsa,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menyebut fenomena sebagian alumni LPDP yang tidak kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi menjadi perhatian serius.
Menurutnya, penguatan aspek ideologis dan nasionalisme sejak awal dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pelanggaran kontrak pengabdian. DPR RI, kata Cucun, berharap kebijakan pembekalan yang lebih komprehensif termasuk kemungkinan keterlibatan TNI dapat melahirkan generasi intelektual yang tidak hanya kompeten secara global, tetapi juga memiliki loyalitas tinggi terhadap kepentingan nasional.
Ia menekankan pembangunan bangsa membutuhkan sumber daya manusia unggul yang bersedia mengabdikan ilmu dan pengalamannya di dalam negeri. Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Keuangan terus melakukan evaluasi terhadap program LPDP, termasuk memperketat pengawasan terhadap kewajiban alumni.
Integrasi materi bela negara dan wawasan kebangsaan dalam tahap persiapan keberangkatan menjadi salah satu langkah yang tengah diperkuat. Dengan adanya sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan institusi seperti TNI, diharapkan para penerima LPDP tidak hanya menjadi representasi Indonesia di kancah internasional, tetapi juga kembali sebagai motor penggerak pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan yang kuat. create by Yulianto




