MII – Gresik – Musim kemarau semakin terasa. Warga Gresik pun mulai diimbau untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan. Sejak awal Mei 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ( DPKP ) Gresik telah mencatat pemadaman 3 kebakaran lahan.

Kepala DPKP Gresik, Suyono mengeluarkan edaran resmi yang menginstruksikan seluruh camat untuk mengimbau kepala desa. Arahan itu meliputi sosialisasi kepada warga agar tidak membakar sampah, dan rumput atau belukar tanpa pengawasan.

Apalagi, mengingat tingginya angka peristiwa kebakaran yang terjadi di Gresik pada tahun lalu. Setidaknya tercatat 250 lebih kebakaran yang ditangani DPKP pada 2025, yang mayoritas menyasar lahan kosong. “Pemilik lahan kosong juga kami minta untuk diberi imbauan segera merapikan atau momotong ilalang, guna mencegah terjadinya gesekan tumbuhan kering yang dapat memicu kebakaran,” kata Suyono, Selasa 12 Mei 2026.

Selain itu, pihaknya juga meminta para camat meminta kades mengevaluasi pemasangan portal yang dapat menghambat lalu lintas armada pemadam kebakaran. “Termasuk mengimbau warga agar tidak parkir kendaraan di jalan kampung yang dapat menghambat jalannya mobil DPKP saat ada kondisi kedaruratan,” tuturnya.

Arahan tersebut pun disambut baik oleh para camat. Salah satunya Camat Panceng, Sampurno, yang mengaku telah memberikan instruksi langsung ke seluruh kepala desa di wilayahnya. Menurutnya, wilayah Panceng cukup rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan, mengingat luasnya area hutan pohon jati. Hal itu menjadi perhatian utama pihaknya dalam menghadapi tingginya potensi kebakaran di musim kemarau.

“Lahan yang kebakaran di Panceng biasanya wilayah hutan. Untuk meminimalisir potensi kebakaran, sudah dipasang papan himbauan dari Perhutani,” kata Sampurno. Sementara itu, Camat Dukun, Gunawan, juga mengimbau warganya melalui kepala desa agar waspada. Imbauan juga ia berikan secara langsung di setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat. create by Basuki Rahmad