MII – Gresik – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, warga Kecamatan Bungah, Gresik mendapat pelatihan dan sertifikasi juru sembelih halal ( Juleha ). Pelatihan itu diberikan langsung oleh Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kecamatan Bungah.

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Al Istiqomah, Desa Sukorejo, itu diikuti oleh panitia kurban se – Kecamatan Bungah. Selain menyembelih, mereka juga diajari tata cara perawatan daging kurban yang suci dan higienis. “Agar jangan sampai daging kurban ketika diterima masyarakat kualitasnya kurang baik,” kata Ketua Umum MUI Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, Senin 11 Mei 2026.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan itu penting untuk memastikan tujuan kurban dijalankan sesuai syariat. Menurutnya, kurban bukan sekadar ritual pemotongan, namun terdapat syarat yang harus dipenuhi agar daging yang dihasilkan benar – benar baik, dan bergizi. “Kegiatan ini sangat penting, terutama untuk memperhatikan penyembelihan hewan kurban sesuai syar’i,” tuturnya.

Sementara itu, untuk memastikan kesehatan hewan kurban, Dinas Pertanian Gresik juga telah melakukan vaksinasi PMK terhadap 10 ribu lebih sapi dan kambing. Vaksinasi itu penting untuk memberikan rasa aman bagi warga yang mengonsumsi hewan kurban.

“Ini adalah bentuk kesiapan kami untuk memastikan momentum Idul Adha tahun ini berjalan aman,” kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian Gresik, Viki Mustofa. Dirinya juga mengimbau warga agar selektif dalam membeli hewan kurban. Salah satunya menghindari hewan dengan P3K (pincang, picek, penyakitan, dan kurus). Dispertan juga menyediakan pendampingan melalui ahli di UPT Puskeswan Utara dan Selatan.

“Pastikan pilih hewan yang memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan ( SKKH ) sebagai jaminan kelayakan kurban,” pesannya. Pihaknya juga menyediakan berbagai layanan pendukung untuk kelancaran proses kurban. Di antaranya menyediakan juru sembelih, timbangan, dan tim medis yang siap diterjunkan ke masjid – masjid. create by Basuki Rahamd