MII – Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menginstruksikan percepatan pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Keputran Selatan. proyek yang menelan anggaran sebesar Rp7,7 miliar tersebut diharapkan dapat tuntas lebih awal dari target yang ditentukan guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.

Hal tersebut ditegaskan Eri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek, Selasa, 12 Mei 2026. Ia menargetkan struktur bangunan dapat diselesaikan pada akhir Agustus atau minggu pertama September, maju dari rencana awal yakni 27 September. “Insyaallah tanggal 31 Agustus atau minggu pertama September bisa selesai. Rencananya di tanggal 27 ( September ), tapi kalau bisa dipercepat, ditarik insyaallah bisa selesai di minggu pertama September,” ujarnya.

Revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk mentransformasi pasar tradisional menjadi ruang publik yang bersih, sehat, dan nyaman. Salah satu fokus utama adalah penataan aktivitas penjualan unggas.

Eri menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat aktivitas pemotongan dan penjualan unggas hidup di dalam pasar yang tidak sesuai dengan peraturan menteri. Kedepannya, lokasi pasar dan tempat pemotongan unggas akan dipisahkan meski masih dalam satu kawasan. “Sesuai peraturan menteri, pasar hanya boleh menjual barang atau daging, tidak boleh menjual barang hidup,” jelasnya. Selasa (12/5/26).

Ia menegaskan penataan tersebut juga dilakukan untuk menghilangkan anggapan negatif terhadap pengelolaan pasar plat merah tersebut. Sebab, selama ini keberadaan aktivitas yang dinilai melanggar aturan kerap menimbulkan tudingan miring kepada jajaran pemkot maupun Pasar Surya. “Kita tata agar tidak ada lagi fitnah atau anggapan adanya pembiaran terhadap aktivitas ilegal. Kita bongkar semua dan bangun kembali sesuai aturan,” tegasnya.

Tak hanya sekadar perbaikan estetika, proyek ini juga menyentuh aspek teknis krusial seperti sistem sanitasi. Pemkot Surabaya menyiapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL ) khusus untuk menangani limbah pemotongan unggas agar tidak mencemari lingkungan.

Untuk mendukung sistem tersebut, elevasi bangunan ditingkatkan agar pembuangan air limbah dapat mengalir sempurna ke IPAL sebelum dibuang ke saluran sungai. Selain itu, konsep bangunan dirancang lebih terbuka dengan ventilasi yang lebih tinggi untuk memastikan sirkulasi udara optimal dan mengurangi hawa panas. “Satu, masyarakat bisa belanja lebih nyaman karena bersih. Kedua, namanya pasar tidak bau. Dan ketiga, pedagang juga akan merasa nyaman dengan perbaikan ini,” tambah Eri.

Mengingat lokasi pasar yang berada di tepi jalan raya, penataan akses parkir dan jalur kendaraan juga menjadi prioritas. Langkah ini diambil untuk memastikan aktivitas bongkar muat dan perniagaan tidak memicu kepadatan lalu lintas di kawasan sekitar. “Jadi memang kita menata parkir, agar orang nyaman ketika masuk dan tidak mengganggu lalu lintas. Karena kan di sini di depan jalan,” jelasnya. create by Abdul Ghofar