MII – Bogor – Rencana pembangunan Jalan Tol Serpong – Bogor via Parung terus dimatangkan pemerintah. Proyek ini menjadi salah satu ruas strategis yang digadang – gadang bakal memperkuat konektivitas kawasan Jabodetabek, terutama antara wilayah Bogor, Parung, Rumpin, hingga Serpong.

Kementerian Pekerjaan Umum atau PU saat ini masih mengebut proses penyusunan perencanaan teknis jalan tol tersebut.Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, progres perencanaan proyek Tol Serpong – Bogor via Parung sudah mendekati 80 persen. Ia menargetkan tahapan perencanaan teknis bisa selesai pada tahun 2026 ini.

“Progres proyek saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan teknis, dengan progres mendekati 80 persen. Kami terus mempercepat proses agar tahapan perencanaan dapat selesai tahun ini,” ujar Menteri Dody dalam acara Media Briefing di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung menjadi perhatian karena jalurnya akan membuka akses baru di kawasan yang selama ini dikenal padat pergerakan kendaraan. Ruas ini diproyeksikan menjadi alternatif konektivitas dari Bogor menuju Serpong dan sebaliknya, tanpa harus sepenuhnya bertumpu pada jalur eksisting yang kerap mengalami kepadatan.

Dari sisi teknis, jalan tol ini akan dilengkapi dengan dua junction utama, yakni Junction Salabenda dan Junction Serpong. Selain itu, terdapat tiga simpang susun yang direncanakan berada di Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin. Keberadaan simpang susun tersebut diharapkan bisa menjadi pintu akses penting bagi masyarakat di sekitar wilayah yang dilintasi jalan tol.

Adapun Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung terbagi menjadi empat seksi. Seksi I menghubungkan Salabenda-Pondok Udik sepanjang 3,97 kilometer. Seksi II menghubungkan Pondok Udik-Putat Nutug sepanjang 9,27 kilometer. Kemudian Seksi III menghubungkan Putat Nutug – Rumpin sepanjang 8,23 kilometer.

Sementara Seksi IV menghubungkan Rumpin – Serpong sepanjang 10,56 kilometer. Jika seluruh seksi dijumlahkan, panjang ruas Tol Serpong-Bogor via Parung mencapai sekitar 32 kilometer. Proyek ini bukan hanya soal membangun jalan baru. Bagi masyarakat di kawasan Bogor bagian utara, Parung, Rumpin, hingga wilayah perbatasan Tangerang Selatan, jalan tol ini berpotensi mengubah pola mobilitas harian. Akses yang lebih tersambung bisa mempercepat perjalanan, membuka peluang ekonomi baru, serta mendorong pertumbuhan kawasan di sekitar jalur tol.

Namun, karena proyek masih berada dalam tahap perencanaan teknis, masyarakat masih perlu menunggu tahapan berikutnya sebelum pembangunan fisik benar-benar berjalan. Pemerintah memastikan proses perencanaan terus dipercepat agar proyek strategis ini bisa masuk ke fase lanjutan sesuai target.

Dengan progres perencanaan yang sudah mendekati 80 persen, Tol Serpong-Bogor via Parung menjadi salah satu proyek konektivitas yang patut dipantau pada tahun 2026. Jika terealisasi, ruas ini bisa menjadi jalur baru yang menghubungkan Bogor dan Serpong dengan lebih efisien, sekaligus membuka denyut ekonomi baru di wilayah Parung dan sekitarnya. create by Gunawan Suhendar