MII – Lampung – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud ) Provinsi Lampung menyiapkan sejumlah program strategis guna mengatasi angka putus sekolah. Sejumlah program yang sudah disiapkan seperti Kelas Cangkok dan SMA Terbuka. Diketahui, Disdikbud Lampung resmi merilis petunjuk teknis (juknis) dan linimasa Sistem Penerimaan Murid Baru
( SPMB ) Tingkat SMA Negeri Se – Provinsi Lampung Tahun Ajaran 2026/2027.
Pendaftaran SPMB SMA jalur reguler dibuka pada 15 – 19 Juni 2026.Adapun jadwal SPMB jenjang SMP di Bandar Lampung dibagi menjadi dua gelombang.Gelombang pertama untuk jalur afirmasi dan prestasi dibuka pada 22 – 24 Juni 2026. Lalu gelombang kedua untuk jalur domisili dan mutasi dibuka pada 1-3 Juli 2026. Jadwal pendaftaran jenjang SD dibuka pada 17-19 Juni 2026. Sementara jenjang TK dibuka pada 9 Juni hingga 1 Juli 2026. Di momen pendaftaran SPMB tahun ajaran 2026/2027, Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico sedikit
terusik dengan data tingginya angka putus sekolah.
Berdasarkan catatan Pusat Data dan Teknologi Informasi ( Pusdatin ) hingga pertengahan 2026, angka putus sekolah di Lampung mencapai 20.534 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Rinciannya, tingkat SD sebanyak 5.081 siswa yang putus sekolah, tingkat SMP 10.531 siswa, dan tingkat SMA 4.742 siswa. Sementara dari data Badan Pusat Statistik ( BPS ) Lampung, jumlah siswa yang mengeyam pendidikan tingkat SD pada tahun pelajaran 2023/2024 tercatat 798.892 orang, tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 797.968 orang, dan tahun pelajaran 2025 sebanyak 797.865 orang.
Adapun siswa MI pada tahun pelajaran 2022/2023 tercatat 131.368 orang, tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 131.678 orang, dan tahun pelajaran 2025 sebanyak 133.177 siswa. Di tingkat SMP, pada tahun pelajaran 2023/2024 tercatat 336.944 siswa, tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 342.821 siswa, dan tahun pelajaran 2025/2026 ada 343.606 siswa. Sementara siswa MTs pada tahun pelajaran 2022/2023 berjumlah 114.145 orang, tahun pelajaran 2023/2024 terdapat 111.699 orang, dan tahun pelajaran 2025/2026 ada 102.900 orang.
Lalu gelombang kedua untuk jalur domisili dan mutasi dibuka pada 1-3 Juli 2026. Jadwal pendaftaran jenjang SD dibuka pada 17-19 Juni 2026. Sementara jenjang TK dibuka pada 9 Juni hingga 1 Juli 2026.Di momen pendaftaran SPMB tahun ajaran 2026/2027, Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico sedikit
terusik dengan data tingginya angka putus sekolah.
Berdasarkan catatan Pusat Data dan Teknologi Informasi ( Pusdatin ) hingga pertengahan 2026, angka putus sekolah di Lampung mencapai 20.534 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Rinciannya, tingkat SD sebanyak 5.081 siswa yang putus sekolah, tingkat SMP 10.531 siswa, dan tingkat SMA 4.742 siswa.
Sementara dari data Badan Pusat Statistik ( BPS ) Lampung, jumlah siswa yang mengeyam pendidikan tingkat SD pada tahun pelajaran 2023/2024 tercatat 798.892 orang, tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 797.968 orang, dan tahun pelajaran 2025 sebanyak 797.865 orang. Adapun siswa MI pada tahun pelajaran 2022/2023 tercatat 131.368 orang, tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 131.678 orang, dan tahun pelajaran 2025 sebanyak 133.177 siswa.
Di tingkat SMP, pada tahun pelajaran 2023/2024 tercatat 336.944 siswa, tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 342.821 siswa, dan tahun pelajaran 2025/2026 ada 343.606 siswa. Sementara siswa MTs pada tahun pelajaran 2022/2023 berjumlah 114.145 orang, tahun pelajaran 2023/2024 terdapat 111.699 orang, dan tahun pelajaran 2025/2026 ada 102.900 orang.
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan ( Dapodik ), terdapat 794.493 siswa SD pada tahun ajaran 2023/2024, 794.882 siswa pada tahun pelajaran 2024/2025, dan 795.773 siswa pada tahun pelajaran 2025/2026. Adapun siswa SMP pada tahun pelajaran 2023/2024 berjumlah 334.742 orang, tahun pelajaran 2024/2025 berjumlah 339.494 orang, dan tahun pelajaran 2025/2026 terdapat 341.094 orang.
Jika merujuk pada data Desil 1 dan Desil 2, Thomas mengatakan angka indikasi putus sekolah memang sempat menyentuh kisaran 277.000 siswa. Namun, setelah ditelusuri, tingginya angka pada database awal kependudukan tersebut terjadi akibat adanya anomali administrasi di mana jutaan warga belum memperbarui status pendidikannya di kartu keluarga (KK).
“Ternyata di data Disdukcapil kita ini, ternyata ada lulusan SMA kemudian dia sudah kuliah, tetapi di KK-nya masih statusnya SD,” kata Thomas, Jumat (5/6/26).
Ia mengatakan, Disdikbud saat ini tengah melakukan supervisi kepada instansi terkait di kabupaten/kota agar memperbaiki proses pendataan. “Ada jutaan orang yang posisi di KK-nya masih SD padahal dia sudah tamat SMP. Ada yang di KK-nya masih lulusan SMP status pendidikannya, tetapi dia sudah tamat SMA maupun kuliah. Ini yang harus di-upgrade,” tutur Thomas.
Menurut dia, dalam pemetaan cakupan pendidikan di Lampung, terdapat ketimpangan yang cukup terlihat antarwilayah. “Daerah yang mencatat tingkat cakupan pendidikan tinggi hingga ke jenjang perguruan tinggi ada tiga, yaitu Bandar Lampung, Pringsewu, dan Metro,” sebut Thomas.
Sementara, kata Thomas, ada sejumlah wilayah yang angka lanjutan sekolahnya terpantau masih cukup rendah. “Yang rendah itu seperti Mesuji, sebagian Pesawaran, sebagian Tanggamus, Lampung Utara, Way Kanan, dan Pesisir Barat,” lanjutnya.
Dari hasil evaluasi, Thomas menegaskan bahwa persoalan ini bukan disebabkan oleh keterbatasan daya tampung sekolah. “Daya tampung gabungan antara sekolah negeri dan swasta di Lampung sebenarnya sudah sangat mencukupi, bahkan banyak sekolah swasta yang kekurangan murid,” imbuh dia.
Menurut Thomas, akar masalah utama anak putus sekolah di lapangan murni dipicu oleh faktor nonteknis, seperti masalah budaya, kondisi ekonomi, kenakalan remaja, serta pengaruh lingkungan sekitar. Guna mengatasi problem putus sekolah tersebut secara menyeluruh, Disdikbud Lampung menerapkan sejumlah langkah taktis. create by Fadly Muhar




