MII – Surabaya – Gelaran akbar Surabaya Fashion Festival ( SFF ) 2026 dipastikan bakal berlangsung lebih megah dan matang. Pemerintah Kota ( Pemkot ) memorandum.disway.id/listtag/370/surabaya” bersama Surat Kabar Harian ( SKH ) memorandum terus mematangkan koordinasi lintas sektor demi menyukseskan event yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan pariwisata kota.

Kepastian ini tergambar dalam rapat koordinasi lanjutan yang digelar di Ruang Rapat Staf Ahli Wali Kota, Jalan Jimerto, Rabu 10 Juni 2026. Rapat strategis yang dimulai sejak pukul 09.00 tersebut dipimpin langsung oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata ( Disbudporapar ) Surabaya, Herry Purwadi.

Demi menjamin kelancaran acara, rapat ini melibatkan jajaran komprehensif, mulai dari perwakilan Satlantas Polrestabes Surabaya, Dinas Perhubungan ( Dishub ), Satpol PP, BPBD, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan ( Diskopdag ), Bagian Umum Pemkot Surabaya, hingga panitia pelaksana dari SKH Memorandum.

Salah satu focus utama pembahasan tertuju pada skema pengamanan dan teknis pelaksanaan di lapangan. Ketua Pelaksana SFF 2026, Djoko Setyo, menjelaskan bahwa gelaran tahun ini membawa konsep yang lebih segar dan menantang dibanding tahun lalu yang sukses digelar di kawasan Kota Lama. Kali ini, SFF akan mengeksplorasi jantung Kota Pahlawan.

“Rencananya, SFF 2026 akan mengambil start di Jalan Tunjungan ( Siola ) dan finish di Balai Kota Surabaya. Event ini digelar selama tiga hari,” urai Djoko saat memaparkan teknis kegiatan. SFF 2026 dijadwalkan berlangsung mulai Jumat, 19 Juni hingga Minggu, 21 Juni 2026. Sepanjang tiga hari tersebut, masyarakat akan disuguhi berbagai rentetan acara menarik.

Pada Jumat, 19 Juni dibuka di Balai Kota Surabaya dengan Festival UMKM dan Multi Produk, Senam Bio Energy Medical Chikung, serta Lomba Mewarnai. Keesokan harinya pada Sabtu, 20 Juni kemeriahan berlanjut dengan Festival UMKM, Lomba Tari Tradisional dan Kreasi, Lomba Keterampilan Baris – Berbaris ( LKBB ), serta Parade Band. Sedangkan pada Minggu, 21 Juni merupakan puncak acara. Dimulai dengan Senam Dahlan Iskan, disusul persembahan Tarian Remo, Marching Band, dan puncaknya adalah Parade SFF.

Rombongan parade rencananya akan dilepas langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi. Kemeriahan bakal ditutup oleh panggung hiburan “Suroboyo Ambyar” dengan penampilan guest star Wawa Widi. Pemkot Surabaya menyatakan dukungannya secara total terhadap kolaborasi strategis ini. Plt Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi, menekankan pentingnya persiapan yang matang di segala lini agar acara berjalan tanpa hambatan. “Kami dari Pemkot mendukung penuh terselenggaranya acara ini. Harapannya dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, semua aspek teknis, termasuk pengamanan bisa matang,” ujar Herry.

Lebih lanjut, Herry optimis bahwa SFF 2026 tidak sekadar menjadi panggung unjuk kreativitas busana, melainkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga Surabaya melalui multiplier effect. “Peningkatan kunjungan wisatawan di Surabaya dan geliat Festival UMKM selama acara inilah yang menjadi harapan kita bersama. Semoga SFF ini menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan,” pungkasnya. Dengan rute ikonik Jalan Tunjungan hingga Balai Kota, SFF 2026 diprediksi akan menyedot perhatian ribuan pasang mata, sekaligus menegaskan posisi Surabaya sebagai kota kreatif yang ramah terhadap pertumbuhan UMKM. create by Abdul Ghofar