MII – Gresik – Kabar duka datang dari Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Mantan Kepala Desa Sekapuk, Abdul Halim, meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Informasi mengenai wafatnya sosok yang dikenal sebagai penggagas transformasi Desa Sekapuk menjadi desa wisata tersebut beredar luas melalui grup dan status WhatsApp sejak Kamis pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Abdul Halim meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat gangguan pada paru-paru. Almarhum wafat pada usia 46 tahun. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga, hingga organisasi masyarakat yang mengenal kiprahnya selama memimpin Desa Sekapuk.
Camat Ujungpangkah, Shofwan Hadi, membenarkan kabar meninggalnya mantan kepala desa periode 2017–2023 tersebut. “Benar, almarhum meninggal sekitar pukul 01.00 WIB di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pemakaman dilaksanakan sekitar pukul 08.30 WIB di Desa Sekapuk,” ujar Shofwan.
Menurutnya, almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Sosok di Balik Kemajuan Desa Sekapuk
Nama Abdul Halim dikenal luas karena berhasil mengangkat Desa Sekapuk menjadi salah satu desa yang diperhitungkan di tingkat nasional. Di masa kepemimpinannya, Sekapuk mendapat julukan sebagai “desa miliarder” berkat keberhasilannya mengelola potensi desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Salah satu terobosan yang paling dikenal adalah pengembangan wisata Setigi ( Selo Tirto Giri ). Kawasan bekas tambang batu kapur seluas sekitar lima hektare itu disulap menjadi destinasi wisata alam dan edukasi yang menarik. Dengan lanskap tebing kapur yang menjulang, kolam air jernih, serta berbagai spot foto bernuansa Yunani Kuno, Setigi berhasil menarik ribuan wisatawan dan menjadi ikon wisata Kabupaten Gresik.
Tak berhenti di situ, Desa Sekapuk juga mengembangkan Agrowisata Kebun Pak Inggih. Destinasi ini menawarkan edukasi pertanian dan peternakan yang dipadukan dengan fasilitas pendukung seperti kafe dan penginapan, sehingga semakin memperkuat sektor pariwisata desa.
Sempat Diterpa Konflik Meski mencatat banyak prestasi, perjalanan pembangunan Desa Sekapuk tidak selalu berjalan mulus. Dalam beberapa tahun terakhir, desa tersebut sempat diterpa konflik internal yang melibatkan sebagian warga.
Perselisihan itu bahkan berujung pada aksi perusakan sejumlah patung di kawasan wisata dan berkembang menjadi persoalan hukum yang sempat menjadi perhatian publik. Terlepas dari berbagai dinamika yang terjadi, nama Abdul Halim tetap dikenang sebagai sosok yang membawa perubahan besar bagi Desa Sekapuk melalui pengembangan wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. create by Basuki Rahmad




