MII – Gresik – Dunia pendidikan di Gresik dipersiapkan untuk menjawab peluang industri di tengah tingginya investasi di wilayah ini. Upaya itu dilakukan Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Gresik melalui Workshop Pengembangan Ekosistem Vokasi Berbasis Sinergi industri dan Dunia Pendidikan, yang digelar Sabtu 20 Juni 2026.
Kegiatan itu melibatkan unsur KADIN Jawa Timur, dunia usaha dan dunia industri ( DUDI ). Menghadirkan SMK negeri dan swasta, hingga perguruan tinggi vokasi untuk memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, pengembangan pendidikan vokasi menjadi salah satu strategi Pemkab Gresik dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Sekaligus untuk mempercepat penurunan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan. “Salah satu caranya adalah memastikan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sehingga peluang kerja yang tersedia dapat diisi oleh tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Pihaknya pun mendorong forum komunikasi rutin antara dunia pendidikan dan industri. Hal itu diharapkan mampu memastikan kurikulum pendidikan vokasi terus menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan industri. “Dunia pendidikan perlu mengetahui kebutuhan industri secara berkala. Sebaliknya, industri juga perlu terlibat aktif agar lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Zainul Arifin menjelaskan, pihaknya juga memperkuat ekosistem vokasi melalui penyusunan strategi daerah terkait pendidikan dan pelatihan vokasi. Itu diwujudkan dalam Peraturan Bupati Gresik Nomor 91 Tahun 2025 tentang Perencanaan Strategi Daerah Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi di Kabupaten Gresik.
Regulasi tersebut menjadi landasan untuk mendorong penguatan kemitraan antara lembaga pendidikan vokasi dan industri. Termasuk penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi, dan pengembangan sertifikasi kompetensi bagi lulusan vokasi. Dalam pengembangan kapasitas SDM, Disnaker Gresik menjalankan program Guru Sinau Industri yang diikuti 60 guru SMK untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai proses kerja di industri.
Terdapat juga pelatihan berbasis kompetensi yang telah diikuti 450 peserta, dengan 438 peserta dinyatakan kompeten. Penguatan sertifikasi kompetensi pun disebut bakal terus dikembangkan sebagai pendamping ijazah lulusan SMK dan vokasi. “Kami ingin lulusan pendidikan vokasi tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang menjadi bukti kemampuan sesuai kebutuhan industri,” tutur Zainal Arifin. create by Abdul Ghofar




